7 Tips Agar Keuangan Anda Tidak Sekarat

Mengatur keuangan sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi  faktanya, tak semua orang memiliki kemampuan tersebut.

Gaji atau penghasilan berapapun terkuras  begitu saja Agar memenuhi keinginan atau membiayai gengsi dan gaya hidup. Ini yang sering menimbulkan masalah keuangan.

Dana simpanan tak punya, apalagi dana pensiun untuk hari tua. Keuangan porak-poranda karena salah mengelola. Oleh karena itu, sebaiknya hentikan melakukan hal ini agar keuangan selamat.

 

Gampang tergoda diskon

 

Menjelang akhir tahun diskon berserakan di mana-mana. Belanja offline dan belanja online semua dipenuhi promo gede -gedean.

Salah satu “penyakit” banyak orang ialah paling tak tahan melihat promo dan diskon di pusat perbelanjaan maupun toko online. Bawaannya ingin memborong. Padahal barang yang didiskon bukan keperluan kita.

Alasannya, ‘mumpung diskon, kapan lagi.’ Akibatnya, belanja di luar rencana dan bersifat keinginan. Ini yang membuat gaji terkuras habis sebelum waktunya. Bahkan rela sampai meminjam uang demi hasrat belanja terpenuhi.

Parahnya lagi, kebiasaan belanja ketika ada diskon sampai harus mengambil porsi anggaran lain, seperti dana darurat, investasi, atau biaya sehari-hari. Pantas kalau anda tertimpa masalah keuangan.

 

Tidak investasi karena takut rugi

 

Investasi hanya bikin rugi. Itulah yang sering terpikir banyak orang terkait investasi. Makanya, investasi selalu jadi perencanaan, tak pernah terealisasi dalam daftar keputusan setiap tahun.

Investasi dianggap cuma membuang uang. Belum tentu untung, tetapi pasti rugi. Apa benar begitu?

Apapun bentuk investasi, baik itu investasi saham, investasi emas, investasi reksadana, investasi properti, dan investasi lainnya pasti mempunyai risiko kerugian. Namun bukan berarti tidak bisa mengurangi seminimal mungkin.

Dengan perencanaan yang tepat, anda dapat mengurangi risiko kerugian investasi. Contohnya melalui diversifikasi investasi, melakukan analisa sebelum membeli atau menjual saham, dan sebagainya.

Dan asal anda tahu, keuntungan atau return investasi selalu melebihi inflasi. Berbeda dengan menabung uang di tabungan karena bunganya sangat kecil. Investasi jangka panjang akan memberikan ketenangan finansial di masa yang akan dating

 

Keseringan menggunakan kartu kredit

 

Belanja maupun bertransaksi menggunakan kartu kredit memang sangat menyenangkan dan mudah. Setiap urusan pembayaran cepat terselesaikan.

Belum lagi penawaran menggoda yang selalu diberikan bank penerbit dan merchant, bisa menyilaukan penggunanya. Fasilitas kartu kredit pun bikin merem melek, seperti cicilan 0 persen, tarik tunai, dan lainnya.

tidak disadari, setiap transaksi sekecil apapun menggunakan kartu kredit. Akhirnya, jadi  Kebiasaan tersebut yang bisa membuat keuangan kacau balau.

Tagihan kartu kredit membesar dan terus menggulung, sehingga menjadi beban finansial setiap bulan. Sebab, pemakaian yang tiadak ada perencanaa.

 

Gengsi yang terlalu tinggi

 

Setiap orang punya gaya hidup, namun gaya hidup yang ketinggian dapat menjadi malapetaka untuk keuangan. Kalau punya banyak uang, tajir melintir sih tidak jadi masalah.

Terkadang, mahalan gengsinya dibanding biaya hidupnya. Sedangkan penghasilan pas-pasan. Orang-orang seprti ini yang biasanya terjerat masalah keuangan.

Lebih mementingkan gaya hidup mewah, biar dilihat berduit, keren, atau dipuji teman-teman. Selalu update barang-barang terkini. Padahal tidak mempunyai tabungan, dana darurat, dan investasi.

 

Bersenang dan hura-hura

 

Anak muda dan pesta menjadi dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Hobinya nongkrong, menghabiskan waktu bersama teman di kafe atau bar, restoran, menonton konser musik dengan harga tiket mahal, liburan ke luar negeri, atau bahkan sekadar mengikuti tren kekinian.

Alih-alih mendapatkan manfaat yang positif, semua aktivitas ini hanya menghamburkan keuangan percuma. Uang gajian habis untuk gaya hidup konsumtif.

 Proteksi diri dengan asuransi kesehatan

 

Biaya kesehatan zaman sekarang mahalnya minta ampun. Terlebih di musim pandemi, penularan penyakit semakin rentan.

Salah satu cara menghemat biaya kesehatan adalah dengan mempunyai asuransi kesehatan. Kepemilikan asuransi kesehatan swasta maupun BPJS Kesehatan dapat membantumu meringankan beban keuangan ketika sakit atau membutuhkan cek kesehatan rutin.

Mahalnya biaya asuransi kesehatan yang harus anda bayarkan tergantung berapa usia kamu saat mengajukan atau membeli asuransi.

kalaupun kamu membeli asuransi kesehatan saat kamu menginjak usia tidak lagi muda, maka premi yang harus dibayarkan akan sangat mahal.

karnaitu, semakin usia tua seseorang maka probabilitas menderita sakit semakin tinggi. Inilah alasan kenapa premi asuransi kesehatan bagi usia tua lebih mahal dari mereka yang masih muda. Untuk itu, seharusnya kamu memiliki asuransi kesehatan selagi masih muda.

 

Meningkatkan keterampilan dan keahlian

Meningkatkan keterampilan dan keahlianKetika anda memiliki keterampilan dan keahlian memadai, peluang mendapatkan karier atau pekerjaan akan sangat mudah. Naik jabatan pun bukan hal yang mustahil.

Oleh karena itu, mumpung masih usia muda habiskan waktumu untuk mengasah keterampilan dan keahlian. Caranya dengan ikut seminar, kursus, pelatihan offline maupun online, dan lainnya.

Dengan kemampuan tersebut, anda dapat menghasilkan lebih banyak mengumpulkan uang, baik itu pada pekerjaan utama maupun bekerja sampingan.