Cara Mengelola Keuangan Rumah Tangga Dengan Baik dan Benar, Solusi Ekonomi Sehat Keluarga Harmonis!

Bagaimana cara mengelola keuangan rumah tangga dengan baik dan benar? Tentunya, menjadi pertanyaan bagi kalian yang sudah berkeluarga. Terutama, bagi pasangan yang masih baru menikah. Karena, ketika disatukan dalam pernikahan pastinya finansial menjadi urusan berdua. Artinya, bagaimana mengelola kedua sumber penghasilan antara Istri dan Suami agar berjalan secara tepat.

 

Oleh sebab itu, cara mengelola keuangan rumah tangga sangatlah penting. Sehingga, harus dimanajemen dengan efektif dan efisien. Supaya menghasilkan ekonomi keluarga yang sehat. Agar saling transparan, mewujudkan keharmonisan dan kepercayaan antar pasangan. Terlebih, sanggup dialokasikan pada pengeluaran yang menambah nilai plus. Artinya, dapat lebih produktif dan fungsionalis. Oke, untuk lebih jelasnya langsung cek yang di bawah ini Guys! Cekidot.

 

 

Nih Cara Mengelola Keuangan Rumah Tangga Yang Baik dan Benar, Wajib Anda Ketahui!

Membuat Kesepakatan Antar Pasangan, Apakah Penghasilannya Dipegang Masing-Masing atau Dijadikan Satu. Ketika kita menikah, tentunya sudah tidak sendiri lagi namun berdua. Artinya, segala keputusan yang menyangkut keluarga harus dimusyawarahkan berdua antara Istri dan Suami. Begitupun, terkait dengan finansial keluarga harus dirundingkan. Mengenai penghasilan masing-masing pasangan, entah dari bisnis maupun gaji kerja. Apakah ingin dipegang sendiri-sendiri ataukah dijadikan satu. Jika sudah saling menyepakati, maka tidak boleh salah satu merasa superior. Nggak boleh maksain kehendaknya kepentingan sendiri. Namun, harus dimusyawarahkan dengan bijak untuk kebaikan keluarga besar. Jika belum menghasilkan keputusan yang proporsional, maka lebih baik konsultasi kepada psikolog keluarga atau konsultan keuangan. Supaya diarahkan secara tepat. Nah, jika memutuskan untuk menjadikan satu penghasilannya maka harus saling transparan. Finansial dialokasikan secara produktif dan fungsionalis. Jika penghasilan dipegang masing-masing, maka harus membagi rata hak membayar kebutuhan entah anak maupun urusan rumah.

 

Membuat Kesepakatan Antar Pasangan, Apakah Penghasilan Dikelola dan Dipegang Satu Orang atau Bergantian. Selanjutnya, jika memutuskan untuk menjadikan satu penghasilan kalian. Maka, kalian juga wajib musyawarah terkait apakah uang dipegang dan dikelola salah satu orang atau bergantian. Jika dipegang oleh salah satu, maka pastikan merupakan pasangan yang jujur dan bisa manajemen finansial. Artinya, bisa pembukuan dan melakukan perencanaan keuangan secara tepat. Kedua belah pihak harus saling support dan transparan. Terlebih, rasa saling percaya dan demokratis sangat penting.

 

Kesepakatan Dengan Pasangan Apakah Semua Bekerja Mencari Finansial, atau Salah Satu Saja. Berikutnya, penting juga merundingkan terkait sumber penghasilan keluarga. Apakah kedua belah pihak saling bekerja mencari finansial, atau hanya salah satu. Supaya perjalanan keluarga bisa lebih proporsional dan harmonis. Jika memutuskan untuk sama-sama bekerja, maka support sistem sangatlah penting. Artinya, membuat jadwal terkait bagi waktu dan tugas untuk bergantian dalam mengurus maupun mendidik anak. Karena, anak perlu kasih sayang oleh kedua orang tuanya. Tidak bisa dilepas begitu saja kepada Baby Sitter, tanpa meluangkan waktu untuk buah hati. Pasalnya, anak sangatlah penting karena anugerah titipan Tuhan. Jika mengenai urusan domestik atau rumah, bisa mencari Asisten Rumah Tangga untuk mengerjakannya.

 

Membuat Perencanaan Keuangan Terkait Kebutuhan Jangka Pendek dan Jangka Panjang. Sebelum menggunakan penghasilan kalian, penting untuk membuat perencanaan keuangan. Terkait alokasi kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendek berhubungan dengan keperluan sehari-hari, kebutuhan pokok, dan konsumtif. Sedangkan, jangka panjang berkaitan dengan kebutuhan produktif untuk melipatgandakan nilai uang dan biaya pendidikan anak.

 

Membuat List Daftar Prioritas Terkait Kebutuhannya dan Budgeting. Buatlah daftar list terkait prioritas kebutuhan keluarga Anda. Buat skala prioritas, mana yang paling penting untuk didahulukan dan dijadikan urutan teratas. Kemudian, setiap daftar prioritas berikan budgeting. Artinya, nominal berapa budget yang harus ditetapkan untuk pengeluaran.

 

Selain kelima cara di atas, Anda juga dapat melengkapinya dengan teknik lain. Supaya manajemen finansial keluarga Anda lebih efisien dan optimal. Diantaranya seperti: Memiliki Beberapa Rekening Berbeda Dengan Kegunaan Masing-Masing Sesuai Fungsi yang Dibutuhkan, Tabungan dan Asuransi Pendidikan Anak, Asuransi Jiwa, Membuat Nilai Tambah Dengan Investasi dan Bisnis, Membuat Nilai Plus Dengan Zakat Mall dan Sedekah, Membuat Dana Pensiun, Membuat Pembukuan Kas Masuk dan Kas Keluar, Membedakan Budget  Pengeluaran Pokok atau Rutinan dengan Jangka Panjang Untuk Produktivitas, Membuat Dana Dadakan.

 

 

Demikianlah artikel dari kami yang membahas tentang, cara mengelola keuangan rumah tangga. Sehingga, menjadi panduan untuk manajemen finansial keluarga Anda. Supaya, dapat digunakan secara tepat. Terlebih, bisa dialokasikan ke arah yang fungsionalis dan produktif. Dengan begitu, tidak terjadi pengeluaran yang overload. Maka, ekonomi menjadi lebih sehat dan keharmonisan dalam rumah tangga terwujud. Oke Guys, sekian dari kami dan terimakasih.