Pengertian Jerawat dan cara mengatasi nya!!

 

Jerawat (acne) adalah gangguan pada kulit yang berhubungan dengan produksi minyak (sebum) berlebih. Jerawat terjadi ketika folikel rambut atau tempat tumbuhnya rambut tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. Hal tersebut menyebabkan peradangan serta penyumbatan pada pori-pori kulit. Peradangan ini ditandai dengan munculnya benjolan kecil yang terkadang berisi nanah di atas kulit. Gangguan kulit ini dapat terjadi di bagian tubuh dengan kelenjar minyak terbanyak, yaitu di wajah, leher, bagian atas dada, dan punggung.

Gejala Jerawat

Jerawat ditandai dengan munculnya beberapa gejala umum, seperti:

  • Benjolan berwarna kemerahan atau kuning (karena mengandung nanah).
  • Benjolan kecil (papul) yang muncul di atas kulit.
  • Sensasi panas atau terbakar akibat adanya peradangan.
  • Timbul rasa gatal pada benjolan.

Jerawat juga rentan mengalami peradangan apabila kamu sering menyentuhnya atau bahkan dipecahkan secara paksa. Jerawat yang mengalami peradangan rentan mengalami kondisi berikut:

  • Pustula, yaitu benjolan kecil yang di ujungnya terdapat nanah.
  • Papula, yaitu benjolan kecil kemerahan yang disertai nyeri.
  • Nodul, yaitu benjolan keras yang terbentuk di bawah permukaan kulit dan dapat disertai nyeri.
  • Kista, yaitu benjolan besar yang terbentuk di bawah permukaan kulit yang berisi nanah dan disertai nyeri.

Penyebab Jerawat

Faktor keturunan , Anak-anak dari orang tua yang berjerawat ,pada umumnya cenderung memiliki jerawat juga, jika tidak di usahakan pencegahannya.

Gangguan keseimbangan hormon di dalam tubuh.Ini terjadi terutama pada remaja di masa puber, yang jiwanya sedang gelisah penuh gejolak.

Makanan berlemak dan pedas.Makanan berlemak akan menambah produksi minyak kulit yang memang berminyak dan cenderung berjerawat.Makanan pedas menghasilkan rasa panas pada tubuh, hal ini semakin merangsang produksi keringat dan minyak kulit.

Kurang menjaga kebersihan kulit, kotoran,termasuk sel-sel yang sudah mati jika tidak diangkat akan menempel dan akan menyebabkan penyumbatan, memudahkan timbulnya jerawat.Jika dala kotoran itu terdapat kuman-kuman,terjadilah jerawat.

Pengaruh iklim panas, menyebabkan kulit banyak mengeluarkan keringat sehingga mudah di tempeli kotoran dan menyebabkan penyumbatan-penyumbatan.

Kosmetika yang lengket/berminyak.Memakai kosmetika seperti itu mudah di tempeli kotoran dan kuman-kuman,disebut kosmetika penyebab jerawat (acnegenic). Penggunaan kosmetik yang tidak selalu dapat ditoleransi oleh kulit setiap orang.

Stres yang dapat memengaruhi gaya hidup seseorang, termasuk dalam pola makan yang dapat memicu jerawat.

Pikiran yang gelisah .Misalnya pelajar yang pikirannya gelisah,menghadapi ulangan, ujian sekolah.Begitu pula orang dewasa yang pikirannya gelisah karena berbagai masalah.

Pada wanita, pengaruh datangnya haid,yang menyebabkangangguan keseimbangan hormon di dalam tubuh, Hormon, yaitu saat aktivitas hormon androgen berlebih atau saat terjadi perubahan hormon saat masa menstruasi.

dan Beberapa kondisi yang dapat memicu munculnya jerawat, antara lain:

  • Produksi sebum berlebih, yaitu zat yang diproduksi oleh kelenjar minyak untuk mencegah kulit kering.
  • Sumbatan pada folikel rambut oleh campuran sel kulit mati dan sebum.
  • Bakteri jenis Propionibacterium acnes yang berkembang, menyumbat folikel rambut, serta menyebabkan peradangan.
  • Folikel yang tersumbat bisa membengkak dan membentuk komedo putih atau komedo hitam jika terpapar dengan dunia luar. Kondisi tersebut sebaiknya jangan dianggap remeh, karena bisa berkembang menjadi pustula, papula, nodul, atau bahkan kista, apabila terkontaminasi oleh bakteri kulit.

 

Faktor Risiko Jerawat

Munculnya jerawat juga bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko berikut:

  • Gesekan kulit dengan benda, misalnya jerawat di wajah akibat terlalu sering mengenakan penutup kepala, jerawat di leher karena pemakaian baju yang terlalu ketat di bagian kerah, atau jerawat di punggung akibat sering menggunakan ransel.
  • Kebiasaan merokok.
  • Keturunan, jika terdapat anggota keluarga yang bermasalah dengan jerawat.
  • Konsumsi obat yang mengandung litium, kortikosteroid, atau obat antikejang.
  • Masa pubertas, akibat peningkatan aktivitas hormon testosteron yang memicu kelenjar minyak menghasilkan sebum dalam jumlah lebih banyak.
  • Penggunaan kosmetik.
  • Perubahan hormon, misalnya menjelang menstruasi, tiga bulan pertama masa kehamilan, atau akibat PCOS.
  • Stres, yang dapat memperburuk kondisi jerawat yang sudah ada.

 

Diagnosis Jerawat

Dokter akan mendiagnosis jerawat dengan melakukan wawancara medis serta pemeriksaan fisik. Tujuannya adalah untuk menentukan tingkat keparahan jerawat, baik dari segi jumlah maupun tingkat peradangan.

Pencegahan Jerawat

Berusaha selalu berjiwa dan berfikir tenang.Apa pun yang terjadi, tidak perlu gelisah.Yang penting ialah bagaimana cara mengatasi setiap persoalan.Jagalah selalu kebersihan kulit dan tangan.Rajin mandi dan cuci tangan.Gunakan sabun mandi yang baik, terutama pH nya(pH = Balance) telah di sesuaikan dengan pH kulit yang agak asam,sihingga bersifat anti kuman sebagai mantel asam kulityang melindungi kulit.

Jangan suka makan-makanan yang berlemak dan pedas seperi daging,keju,coklat, boleh makan ikan laut dan ayam, asalkan tidak berlumur minyak goreng dari lemak hewani.Sebaliknya banyaklah makan sayur-sayuran hijau dan buah-buahan segar.Minum air putih terutama pada pagi hari waktu bangun tidur.

Terutama bagi wanita, hindari pemakaian kosmetika yang lengket berminyak.

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah jerawat, antara lain:

  • Membersihkan riasan wajah sebelum tidur.
  • Mencuci muka dua kali sehari dengan pembersih wajah bebas minyak.
  • Mengelola stres dengan baik.
  • Menghindari penggunaan pakaian yang terlalu ketat.
  • Menghindari produk kosmetik yang mengandung minyak.
  • Menjaga kebersihan tubuh dengan selalu mandi setelah beraktivitas.

 

Cara Pengobatan Jerawat

Cobalah obati dengan acne lotion kosmetika penyembuh jerawat yang baik.Mengandung bahan-bahan penyembuh jerawat yang kuat seperti sulfur ( belerang ),juga allantion yang mencegah terjadinya lubang dan noda-noda hitam bekas jerawat.Lakukan pengobatan dengan acne lotion dua sampai tiga kali sehari.

Totolkan pada kulit jerawat yang sudah di bersihkan terlebih dahulu.Termasuk di antaranya di ampelas dengan scrub cream 2 kali seminggu, agar jerawatmudah terbuka dan obat lebih mudah masuk.Bila selama pengobatan dengan acne lotion, kulit yang terkena obat terasa kering, satu jam sebelum mandi olesi dengan moisturizing cream.

Sewaktu mulai mandi, sebaiknya di bilas dengan air sabun, baru di lanjutkan mandi memakai sabun.Perlu di ingat, bahwa selagi berjerawat jika bepergian jangan menggunakan pelembab atau kosmetika yang mengandung minyak.Bila pengobatan terdahulu kurang baik, meninggalkan noda hitam, dapet dicoba mengampelasnya dengan scrub cream dua kali ddalam seminggu, kemudian di oles dengan skiin cream .Gunakan skiin cream dua kali sehari,waku istirahat siang , sore dan malam.Oleskan dan biakan selama satu atau dua jam,setelah itu di bersihkan kembali dengan handuk basah.

Beberapa langkah bisa dilakukan untuk mengatasi jerawat, antara lain:

  • Mengurangi produksi minyak.
  • Melawan infeksi bakteri.
  • Mempercepat pergantian sel kulit dan mengurangi peradangan.
  • Untuk mendapatkan pengobatan yang tepat, diskusikan terlebih dahulu kondisi jerawat dengan dokter. Dokter umumnya memberikan obat-obatan yang mengandung sulfur, resorsinol, asam salisilat, antibiotik, dan isotretinoin.

Penggunaan obat-obatan harus dalam pengawasan dokter, karena efek samping yang dapat ditimbulkan. Wanita hamil juga tidak dianjurkan menggunakan isotretinoin, karena dapat menyebabkan kecacatan pada janin.

Beberapa upaya lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi jerawat, antara lain:

  • Membersihkan peralatan kosmetik dengan menggunakan sabun dan air hangat secara rutin.
  • Memilih kosmetik non-comedogenic, yang sifatnya tidak menutup pori-pori di kulit.
  • Menggunakan pelembap non-comedogenic, yang tidak dapat menyebabkan jerawat dan sesuai dengan jenis kulit.
  • Menghindari memencet dan memegang jerawat, karena dapat memicu jerawat bertambah banyak.
  • Menghindari menggosok wajah dengan menggunakan kain atau sarung tangan dengan permukaan kasar.
  • Menjaga kebersihan tubuh dengan segera mandi setelah beraktivitas, karena minyak berlebih di wajah dapat memicu terjadi jerawat.
  • Menjaga kebersihan wajah dengan membersihkan wajah dua kali dalam sehari, untuk mengangkat sel-sel kulit mati, minyak yang berlebihan, serta sisa kosmetik di permukaan kulit.

Komplikasi Jerawat

Komplikasi akibat jerawat yang paling umum terjadi adalah jaringan parut atau bekas luka jerawat yang sering disebut bopeng.

Pencegahan Jerawat

Ada beberapa tips yang bisa kamu coba untuk mencegah timbulnya jerawat, yaitu:

  • Rutin membersihkan wajah.
  • Tetap terhidrasi dengan minum air putih minimal delapan gelas sehari.
  • Gunakan pelembap yang bertekstur ringan.
  • Kurangi penggunaan make up.
  • Jangan menyentuh wajah dengan tangan kotor.
  • Kurangi paparan sinar matahari.
  • Atasi stres.

Perawatan sehari-hari.

  • Susu pembersih sebagai awal membersihkan kulit muka dari segala kotoran yang melekat di peermukaannya.
  • Scrub cream membersihkan kulit muka dari sel-sel yang telah mati.
  • Penyegar atau tonik melengkapi kebersihan kulit dari sisa-sisa krem pembersih.
  • Totolkan acne lotion, mempergunakan ujung-ujung jari tepat di atas jerawat.

 

Penerbit : CV bina mulia

Penulis : NY Ernawati dan Edi S