Kemajuan Islam Pada Zaman Khalifah Bani Abbas Part 2

Kemajuan Islam Pada Zaman
Khalifah Bani Abbas

Sebagaimna yang telah dijelaskan pada kisah sebelumnya, puncak perkembangan pemikiran Islam dan kebudayaan terjadi pada zaman kepemerintahan Bani Abbas.  Tetapi tidak semuanya bermula dari kreativitas penguasa Bani Abba situ sendiri, diantaranya bermula dari kebangkitan Islam. Dalam hal pendidikan, seperti awal Islam, bidang pendidikan telah di mulai berkembang. Semenjak itu, lembaga pendidikan terdiri dari 2 ( Dua ) tingkat diantaranya yaitu :
1. Makhtab / kuttab dan mesjid, ialah lembaga pendidikan sangat rendah, temapat para anak – anak mengmelajari dasar – dasar bacaan, berhitung dan tulisan. Dan tempat bagi para remaja mempelajari ilmu Agama diantaranya tafsir, fiqih,bahasa dan Hadist.
2.  Tingkatan pendalaman, para sisswa yang ingin memperdalam ilmunya, pergi keluar wilayah untuk belajar kepada guru ahli didalam bidangnya, ilmu yang dipelajari ialah ilmu keagamaan proses belajarnya berlangsung di mesjid – mesjid atau di rumah para ulama yang bersangkutan. Bagi anak pemimpin tahap belajarnya bisa berlangsung di istana memanggil pera guru ahli untuk mengajar.

Institusi – institusi ini kemudia berkembang pada zaman kepemimpinan Bani Abbas, dengan membangun gedung perpustakaan pada zaman itu lebih merupakan sebuah gedung universitas, sebab selain itu banyak kitab – kitab di dalamnya dan semua orang bisa membaca, menyalin tulisan dan juga tempat berdiskusi. Perkembangan dinas pendidkan itu mencerminkan terjadinya perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan, Perihal seperti ini lebih ditentukan oleh kemajuan bahasa Arab.Sering digunakan dalam bahas administrasi yang sudah di pake sejak masa Banu Umayyah ataupun sebagai bahas ilmu pengetahuan, disisi lain juga,  kemajuan itu paling tidak, ditentukan oleh 2 ( Dua ) hal adalah :
1. Terjadinya perubahan ( asimilisasi ) diantara bangsa Arab dengan bangsa yang lainnya yang trelebih dahulu mengalami kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan. Pada xaman kepemimpinan Bani Abbas, namgsa yang bukan Arab banyak yang masuk agama Islam, perubahan berlangsung secara efektif dan bernilai baik,bangsa – bangsa tersebut member modal tertentu dalam kemajuan ilmu pengetahuan tentang islam. Pengaruh bangsa Persia,yang telah sisebutkan sebelumnya begitu kuat dalam bidang pemerintahan, disisi lainnya bangsa Persiabegitu berjasa dalam kemajuan ilmu sastra dan filsafat. Pengarus bangsa Indian terlihat dalam ilmu kedokteran, ilmu astronomi dan ilmu matematika, pengaruh bangsa Yunani juga masuk dengan  terjemahan – terjemaahan dalam semua bidang ilmu, terutama ilmu filsafat.
2.Gerakan  Penerjemaah yang berlangsung dalam 3 (tiga ) tingkatan
A. Tingkatan ke satu pada zamanKhalifah al-Manshur sampai Harun al-Rasyid tingkatan ini banyak yang diterjemaahkan ialah karya – karya dalam bidang astronomi dan manthiq
B. Tingkatan yang ke dua berlangsung pada zaman Khalifah al-Ma’munsampai tahun 300 Hijriah banyak buku yang diterjemahkan adalah buku filsafat, dan kedokteran.
C. Tingkatan ke tiga berlangsung sesudah tahun 300 Hijriah setelah ada pembuataan kertas bidang ilmu yang diterjemaahkan senakin melebar.

Pengaruhdari kebudayan bangsa yang sudah maju paling utama dalam terjemahaan, bukan hanya membawa gerakan kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuanumum, akan tetapi membawa kemajuan dalam ilmu pengetahuan agama. Dalam bidang tafsir sejak pertama kali dikenal dengan dua cara, penafsiran yang pertama disebut tafsir bi al-ma’tsur ialah kegiatan penafsiran tradisional dan kegiatan penafsiran dari Nabi dan para sahabat. Kedua Tafsir bi al-ra’ya ialah cara rasinal yang  berjuan kepada pendapat dan pemikiran dari pada hadist dan pendapat para sahabat. Kedua cara memang sangat berkembang pad zaman keperintahan Bani Abbas. Tetapi sangat jelas bahwa tafsir dengan cara bi al- ra’yi sangat dipengaruhioleh kemajuan filsafat dan ilmu pengetahuan,persoalan yang mirip juga terlihat dalam ilmu fiqih dan terpenting dalam ilmu teologi, kemajuan logokan di golongan umat muslim begitu sangat mempengaruhui kemajuan didua bidang ilmu  tersebut. Pemimpin _ pemimpin mazhab hokum empat orang yang hidup paada zaman Abbasiyah
Imam Abu Hanafiah pada tahun 700 s/d 767 Masehi mengemukan pendapat hukumnya dipengaruhi oleh kemajuan yang terjadi di daerah Kufah. Daereah yang terletak dipertengahan Persisa yang hidup bermasyaraktnya telah mencapai tingkat kemajuan yang sangat tinggi, oleh sebab itu mazhab ini sangat banyak memakai pemikiran rasional dari pada hadist, murid – muridnya dan dekaligud penerusnya Abu Yusuf, menjadi Qadhi al- Qudhat di masa HArun al- Rasyid. Sangat beda dengan Abu Hanifah, Imam Malik pada tahun 713 s/d 795 Masehi. Banyak sekali memakai hadist dan tradisi warga Madinah, pendapat kedua mazhab hukum ini ditengahi oleh imam Syafi’I pada tahun 767 s/d 820 Masehi. Dan imam Ahmad ibn Hanbal pada tahun 780 s/d 855 Masehi. Disamping keempat pendiri mazhab besar itu, pada zaman keperintahan Bani Abbasiyah banyak yang mengeluarkan ide – ide mutlak lain yang mengeluarkan pemikirannya secara bebas dan mendirikan mazhab nya juga. Tetapi para pengikutnya tidak berkembang pemikirannya maka mazhab itu hialang dengan seiringnya waktu. Aliran teologi sudah ada sejak zaman Bani Umayyah, diantaranya Khawarij,Murijah, dan Mu’tazilah. Tetapi kemajuan pemikiran masih sangat terbatas, teologi rasional Mu’tazilah muncul dipenghujung masa pemerintahan Bani Umayyah. Namun suatu pemikiran yang lebih kompleks dan sempurna dan baru dirumuskan pada zaman kepemimpinan Bani Abbas pada masa jabatan pertama. Setelah terjalin hubungan pemikiran dengan daerah Yunani yang membawa pemikiran rasional dalam agama Islam. Tokoh perumus pemikiran Mu’tazilah terbesar yaitu Abu al-Huzail al- Allaf pada tahun 135 s/d 235 Hiriah atau 752 s/d 849 Masehi.  Dan al- Nazzam pada tahun 185 s/d 221 Hijriah atau 801 s/d 835 Masehi. Assy’ariyah, golongan trasidional dibidang teologi yang diterbitkan oleh Abu al-Hasan al-Asy’ari pada tahun 873 s/d 935 Masehi yang lahir pada zaman  Bani Abbas ini juga sangat banyak terpengaruh oleh logika bangsa Yunani. Dan terjadi oleh al- Asy’ari sebelumnya ialah pengikut Mu’tazilah.Hal yang sama berlaku juga dalam bidang ilmu sastra, penulis Hadist maju pesat pada zaman Abbas, perihal tersebut kemungkinan disebabkan tersedianya fasilitas transfortasi, hingga memudahkan bagi pencari dan pengarang hadist yang bekerja. Pengaruh gerakan terjemahan Nampak dalam kemajuan ilmu pengetahuan umum, yang paling utama  didalam bidang astronomi,filsafat, kedokteran,sjarah dan kimia. Didalam lapangan astronomi yang tenar sebagai astronomi Islam pertama yaitu al-Fazari pertama kali menyusun astrolobe. Al-Fargani lebih dikenal di Europa dengan panggilan Faragnus yang menulis rangkuman ilmu astronomi yang diterjemaahkan ke bahsa latin oleh Gerad Cremona dan Johanes Hispelensis. Dalam dunia kedokteran lebih dikenal dengan nama al-Razi dan Ibn Sina, Al-Razi yaitu orang pertama yang dapat membedakan penyakit cacar dan measles. Ia juga orang pertama yang menulis buku tentang kedokteran anak. Sesudah ilmu kedokteran berhasil di temukan Ibn Sina dia juga adalah salah seorang filosof juga berhasil menemukan system peredaran darah pada manusia. Diantara karyanya ialah al-Qanum fi al-Thibb yang merupakan sebuah buku karya tulisannya tentang kedokteran paling besar dalam sejarah.

Didalam bidang optika Abu al-Ali al- Hasan ibn al-Haythami, di |Europa lebih dikenal dengan panggilan Alhazem,dikenal sebagai orang yang menentang pemikiran bahwa mata mengirim cahaya ke sautu benda yang dilihat. Menurut pemikirannya yang ahirnya terbukti kebenarannya ialah benda yang mengirim cahaya kepada mata, dalam bidang kimia, terkenal dengan nama Jabir ibn Hayyan. Berpendapat bahwa logam seperti besi,timah,dan tembaga dapat dirubah menjadi perak ataupun emas dengam menyatukan suatu zat tertentu. Dan di bidang ilmu Matematika ialah Muhammad ibn Musaal-Khawarizmi, dia juga ahli dalam ilmu bidang astronomi. Ia yang menciptakan ilmu aljabar yang berasal dari bukunya al-jabrwa al-Muqabalah, Dalam bidang ilmu sejarah dikenal al-Mas’udi iapun ahli dalam bidang ilmu geograafi. Dengan karyanya ialah Muruj al-Zahab wa Ma’adin al-jawahir. Para tokoh yang terkenal dalam bidang ilmu filsafat diantaranya yaitu : al-farabi, ibn Sina, dan ibn Rusyd. Al-Farabi banyak menulis karya buku tentang ilmu filsafat, kenegaraan, jiwa, logika, etika dan interpretasi terhadap filsafat aristoteles. Ibn Sina juga sudah banyak mengarang bukku tentang ilmu filsafat. Yang sangat dikenal Yaitu al-Syifa, Ibn Rusyd lebih dikenal dibarat dengan nama Averroes, sangat berpengaruh di wilayah Barat dalam bidang ilmu filsafat. Sehingga diwilayah Barat ada golongan dengan nama Averroes.

Demikianlah perkembangan politik dan kebudayaan yang pernah tercapai oleh kepemerintahan Islam pada zaman dahulu, pwrkembangan yang tiada tandingannyadi waktu itu, pada zaman ini perkembangan politik berjalam dengan seiringn dengan perkembangan peradaban dan kebudayaan, sehingga Islam mencapai masa kejaannya. Masa kejaan Islam mencapai puncaknya pada zaman Bani Abbas masa jabatan pertama, Akan tetapi sesudah masa jabatannya berahir Islam mengalami masa masa sulit. Demikianlah cerita tentang masa masa kejayaan Islam pada zaman kepemimpinan Abbasiyah, semoga artikel ini bermanfat bagi pembaca yang budiman dan kami ucapak banyak – banyak terimaksih.

 

Pengarang Cerita : Dr.Badri Yatim. M.A.