Mengenal Pewarnaan Rambut Dasar Dan Beserta Teknisnya Part II

Mengenal Pewarnaan Rambut Dasar Dan Beserta Teknisnya Part II

  1. Pendahuluan

 

Setelah dibagian pertama kita membahas mengenai pewarnaan rambut dasar  maka dalam bahasan kali ini, kita akan lanjutkan kembali dengan bahasan yang lebih teknis dan lebih lengkap tentang pewarnaan rambut.

 

  1. Persiapan rambut sebelum dicat

 

Rambut yang berminyak atau kotor harus dicuci dahulu dengan shampo yang berkadar alkali rendah. Keringkanlah sisa air dengan handuk, sebelum menggunakan pewarna untuk mencegah berkurangnya kekuatan daya resap pewarna. Lakukan pembagian rambut (parting) dari tengah muka ke tengkuk, dari telinga ke telinga lewat ubun-ubun tahapan ini harus dilakukan sebelum mencampur bahan pewarna.

 

Mencampur bahan pewarna harus disiapkan seperti dalam petunjuk khusus, yang terdapat pada tiap tiap tabung pewarna. Campurlah jumlah cat yang diperlukan dengan takaran peroksida yang tepat. Perbandingan yang tidak tepat, akan menghasilkan warna yang tidak dikehendaki dengan ketahanan/daya luntur yang berbeda. Pergunakanlah alat aduk dari porselien atau sebangsanya untuk mengaduk pewarna dengan peroksida, sampai rata dan halus. Pengecatan harus dimulai dengan segera, janganlah dibiarkan untuk waktu beberapa lamapun, supaya bahan tersebut tidak berkurang daya kerjanya.

 

 

  • Cara mempergunakan zat pewarna

 

Penggunaan zat pewarna harus dengan dibagi rata pada rambut, lapis per lapis, pada tiap bagian sekecil apapun, hendaknya dikenakan pewarna dengan mantap dan rata. Bila pengenaannya terlalu sedikit/tipis akibatnya adalah effek warna yang bermacam-macam (belang), dan bila terlalu banyak/berkelebihan berarti suatu pemborosan. Bahan pewarna harus menutupi bagian hagian rambut dengan cukup untuk memperoleh hasil warna yang memuaskan. Pengecatan yang di kerjakan dengan sikat, hendaknya dilakukan dengan sekedar tekanan, tetapi janganlah sampai terkerik kembali oleh sikat.

 

Pengecatan dimulai pada rambut bagian belakang kepala, karena rambut di bagian tersebut biasanya lebih gelap warnanya, berhubung selalu tertutup oleh rambut bagian luar, menyebabkan bagian ini sangat bertahan terhadap proses oksidasi. Lain halnya dengan rambut bagian luar, karena efek menyikat, menyisir, terbukanya kulit luar rambut atau sinar matahari yang mengeringkan, mengakibatkan rambut menjadi lebih porous dan sangat mudah menerima pewarna.

Pada rambut yang banyak uban dan warna cat yang dipilih sama dengan warna asli rambutnya, pengecatan dimulai pada bagian-bagian yang penting, yaitu pada bagian dengan rambut uban terbanyak dan pada garis pertumbuhan rambut bagian depan, cambang dan lain sebainya.

 

Kerjakanlah pengecatan dengan pengambilan rambut (blocking) lapis derni lapis Setelah seluruh kepala selesai, hendaknya pemberian cat diulang kembali dengan selebar kurang-lebih 6 mm. Pengambilan rambut lapis demi lapis secara melintang (cross) garis pengambilan rambut semula.

 

Pewarna setengah kental (jelly) dan yang berupa cairan (liquid) dapat dipakaikan pada rambut dengan menggunakan spons, botol khusus, atau tempatnya sendiri yang langsung dapat dipergunakan.

 

Cara pemakaian berbagai jenis bahan pewarna, tergantung daripada daya lekatnya bahan tetapi untuk mengawasi pengetrapan guna mendapatkan hasil efek-warna yang dibutuhkan/diinginkan, pemakaian sikat adalah yang paling umum.

 

Bila pengecatan dilakukan dengan botol, rambut dibagi (parting), pewarna disiapkan di botol. Pengecatan dilakukan dengan pengambilan rambut (blocking) yang agak tebal ±3 cm., lapis demi lapis rambut dibasahi dengan pewarna dari akar sampai ujung.

 

Pada pengecatan rambut yang tumbuh baru (retouch) setelah rambut dibagi pengecatan dilakukan dengan pengambilan rambut (blocking) selebar ±2 cm. Pewarna didalam botol khusus, dikeluarkan dengan sedikit tekanan tepat pada kulit di garis pengumbilan rambut. Bertepatan dengan ini, ibu jari tangan kiri meratakannya ke kanan-kiri garis pengambilan rambut tsb.

 

 

  • Mencuci rambut yang baru selesai dicat

 

Kulit kepala yang sudah terkena campuran cat adalah perasa (sensitife), air untuk mencuci hendaknya hangat-hangat kuku saja. Sebelum rambut mulai dicuci, terlebih dahulu bersihkanlah kulit sekeliling pertumbuhan rambut dengan obat pembersih/pelarut khusus noda cat, atau dengan menggosokan sedikit sisa cat pada noda tersebut, yang setelah itu mudah dibersihkan dengan air dingin.

 

Noda pada kulit harus dihilangkan terdahulu sebelum terkena shampo, karena unsur-unsur kimia yang terdapat pada shampo dapat mempersulit hilangnya noda cat.

 

Kemudian larutkanlah sisa cat dari rambut sambil menyiramkan air melonggar-longgarkan rambut dan mengurutnya sampai ke ujung rambut.

 

Sesudah rambut bersih dari sisa cat, cucilah dengan shampo lunak, lalu dikeringkan dengan handuk. Untuk mencegah tetap menjalarnya oksidasi, pada rambut yang baru selesai dicat harus dipergunakan cream netralis, cream acid, sesudah itu rambut dibilas sampai bersih. Selanjutnya rawatlah rambut dengan suatu lotion yang khusus, yang dapat merapatkan kembali kutikula rambut yang merenggang pada waktu pengecatan, tanpa dibilas kembali. Jika perlu pratata di bantu dengan setting lotion atau setting cream bebas alkohol, karena alkohol salah satu penyebab pudarnya warna sintetis.

 

Hasil warna yang sebenarnya baru dapat dilihat bila rambut telah kering atau digosok kering dengan handuk, karena warna pada rambut dalam keadaan basan kelihatan lebih gelap oleh adanya air di rambut.

 

 

  • Rambut “perawan” (Virgin Hair)

Rambut “perawan” adalah rambut seseorang yang belum pernah di cat atau dirawat dengan bahan-bahan kimia. Pengecatan pada rambut tersebut untuk pertama kali memerlukan cara khusus.

Mencat rambut “perawan” memerlukan pengulasan pertama pada kepanjangan batang rambut bagian tengah, kemudian kepada bagian ujung sampai 25 mm dari ujung rambut, akhirnya pada bagian pangkal rambut sampai 12/25 mm dari kulit kepala. Ini dilakukan mengingat perbedaan keadaan daya serap sepanjang batang rambut.

Bagian tengah dari panjangnya rambut paling kuat menolak penyerapan cat. Ujung rambut biasanya lebih cepat menyerap cat, oleh karena adanya pengaruh umur. rambut dan cuaca.

Bagian rambut yang terdekat pada akar paling cepat meresap cat karena terangsang oleh suhu badan. Alat uap atau accelerator mengadakan suhu panas, yang merata sekeliling kepala, memungkinkan seluruh rambut sekepala me nyerap zat pewarna dengan kecepatan vang sama dan mengurangi separuh dari waktu olah tanpa alat pemanas.

 

  • Mencat ulang (retouch)

 

Adalah memberi cat pada bagian rambut yang tumbuh sejak pengecatan terakhir. Yang harus diperhatikan ialah :

  • Mencat rambut yang tumbuh baru, sejak pengecatan terakhir, dengan warnanya tetap dipertahankan.
  • Pemberian cat hanya pada bagian yang baru tumbuh, dibiarkan sampai pada waktu yang ditentukan, kemudian dicuci.
  • Bagian tengah dari rambut dan ujung rambut hendaknya jangan dibubuhi cat,
  • Tiap kali bagian yang baru tumbuh dicat, janganlah menyisir langsung ke seluruhannya rambut dengan sisir atau sikat yang berisi cat, sebab mengakibat kan pengolahan (processing) yang berlebihan dan keadaan rambut akan mem buruk. Kecuali pada hal warna pada ujung-ujung-rambut telah berkurang.

Pengecatan dilakukan dengan salah satu cara sebagai berikut :

  1. Setelah adukan-cat dilarutkan dengan sedikit air, oleskanlah pada ujung-ujung rambut.
  2. Setelah ujung-ujung rambut dibasahi dengan air, kenakanlah cat pada ujung-ujung rambut, kemudian barulah disisir. Dengan demikian warna, akan merata tanpa adanya “garis pemisah”, warna yang berbeda-beda.

 

 

  • Mencat Rambut Menjadi Lebih Gelap Atau Lebih Muda.

 

Merubah warna rambut menjadi lebih gelap atau lebih muda, dimungkinkan dengan cara catoksidasi yang modern dengan menambah atau mengurangkan warna pada rambut berwarna asli. Perbedaan antara dua kemungkinan ini adalah jenis warna asli yang harus dirubah, warna sintetis yang dipilih, dan kekuatan hidrogen peroksida, yang dipergunakan.

Rambut warna coklat muda dapat menjadi warna coklat tua dengan menambah warna.

Pilihan warna ditentukan dengan mempertimbangkan porositas/atau keadaan rambut, berapa persen jumlah rambut putih/uban.

 

Dalam hal warna coklat muda digunakan warna coklat-tua. Oleh karena warna asli (coklat muda) akan dirubah menjadi warna coklat yang lebih gelap, tidak perlu menggunakan oksida yang terlalu kuat.

 

Bila diinginkan perubahan ke warna yang lebih muda daripada warna rambut asli, diperlukan oksida yang keras menjadikan warna pigmen yang gelap menjadi terang dan mengoksidasikan warna sintetis ke dalam rambut.

 

Bila warna yang diinginkan sangat berbeda dengan warna asli, misalnya : warna asli rambut hitam akan dijadikan warna pirang, warna asli yang hitam haruslah dihilangkan terlebih dahulu dengan cara membleach, kemudian setelah dicuci dan dirawat dengan cream acid dapat dimulai dengan pengecatan dalam warna yang diinginkan. Rambut yang telah dirobah warnanya sangat porous dan lembek, hendaknya hairspray yang dipergunakan adalah yang lunak dan kering (rambut tetap kering). Dan bila menyemprotkannya harus dengan jarak paling dekat 30 cm, tiap kali hendaknya pindah arah, tiap kali tombol dilepas. Dengan demikian hanya rambut yang telah dirias terkena hairspray tersebut, bukan kulit kepala, yang dapat menimbulkan iritasi.

 

 

 

  • Pewarna setengah tetap

 

Pewarna setengah tetap terdiri dari 3 macam bahan yang bersama disebut cat “nitro”, mengandung molekul pigmen yang lebih kecil dan menembus kulit luar rambut. Bahan ini tidak menetap, tetapi berangsur-angsur lepas dari kutikula rambut. Pewarna setengah tetap terdapat dalam bentuk cairan dan krim, yang langsung dipergunakan setelah menambahkan air atau hidrogen peroksida. Zat ini masuk ke dalam kutikula rambut dan dapat bertahan lebih lama dari pada pewarna sementara.

Warna berangsur-angsur berkurang, setiap kali rambut dicuci, sampai akhirnya setelah 6-8 kali dishampo, warna pada rambut yang tumbuh memanjang dari akar, dengan warna pada bagian rambut yang telah diberi pewarna setengah tetap, tidak lagi kelihatan berbeda (telah kembali ke warna asli). Warna rambut yang asli tidak terpengaruh, dan tidak perlu diadakan “patch-test”, karena kebanyakan kulit tahan terhadap jenis pewarna tersebut.

 

Jenis pewarna ini lebih banyak variasinya,namun perlu dilakukan pemilihan warna yang tepat, umpamanya pembilas warna hitam untuk rambut warna pirang tidak akan memberi hasil yang memuaskan, efek lembut tidak akan diperoleh, melainkan menghasilkan efek keras (kejutan), waktu olah dan hasilnya di pengaruhi oleh suhu dalam ruangan, daya serap dan keadaan rambut. Misalnya : panas dan kondisi rambut yang tidak sehat mempercepat penyerapan yang berkelebihan dengan tidak rata. Keuntungan pewarna setengah tetap jenis ini lebih berhasil dan lebih lama daya tahannya daripada kebanyakan pewarna-sementara.

 

Ada beberapa jenis pewarna-tetap yang dapat diencerkan atau dicampur untuk memperoleh sifat setengah-tetap. Bahan yang demikian itu mengandung zat yang dikenal sebagai “perangsang” kulit, menyebabkan alergi, maka hendaknya janganlah dipergunakan sebelum mengadakan “patch test”. Akan tetapi cara pemakaian campuran pewarna demikian ini, hanya bila ada anjuran dari pabrik pembuatnya.

 

Persiapan pemakaian pewarna-setengah-tetap adalah sebagai berikut :

 

  • Periksalah selalu apakah kulit kepala bebas dari goresan kuku/sisir, luka-luka dll, yang dapat menimbulkan rasa nyeri atau peradangan kulit. Dalam hal demikian, tundalah dahulu pengecatan dengan segala jenis pewarna.

 

  • Bila pengecatan dapat dilakukan : Cucilah rambut dengan shampo yang berkadar alkali (pH) rendah. Keringkanlah dengan baik, untuk menghindari mengencernya warna. Kenakanlah krim “perintang” atau vaselin pada kulit sekeliling garis pertumbuhan rambut, guna mencegah noda cat berbekas/sukar dihilangkan jika mempergunakan warna gelap.

 

  • Pemakaian dilakukan dengan spons, sikat, botol khusus, atau langsung di tuangkan dari botol penyimpan keatas rambut. Bahan pewarna harus digunakan dengan rata dan rambut dibiarkan lepas, tidak digulung/tidak dijepit oleh karena proses oksidasi memerlukan udara guna penyerapan.

 

  • Jika memakai alat pemanas (accelerators) untuk mempercepat pengolahan, rambut harus dilindungi dengan penutup kepala plastik, supaya zat pewarna tidak mengering yang mengakibatkan zat itu tidak dapat bekerja.

 

 

  • Pewarna-sementara (color-rinse)

 

Pawarna-sementara terdiri dari pigmen cat yang besar molekulnya, tidak dapat menembus kedalam tangkai rambut. Terbuat dari yang biasa disebut cat “Azo” atau sulphonated azo (pewarna kuning dan pewarna merah). Pewarna-sementara didapatkan dalam berbagai bentuk: obat pembilas dalam cairan yang pekat, bahan untuk set rambut, sejenis vernis, semprot rambut, pensil warna, cat dan bubuk pengkilap.

 

Bahan-bahan tersebut bertahan pada rambut sampai dicuci atau dishampo. Biasanya bahan ini tidak meresap kedalam rambut atau dengan langsung mengubah warna asli, akan tetapi hanya menutup permukaan kulit rambut. Tetapi beberapa jenis dapat juga diserap oleh rambut yang poreous dan oleh rambut yang keadaannya tidak sehat.

 

 

 

  • Pembilas-sementara (toning)

 

Pembilas-sementara terdiri dari bahan warna yang kental (concentrate) yang harus dilarutkan, beberapa tetes dimasukkan dalam air hangat dengan ukuran tertentu. Pada aturan pemakaian pembilas-sementara terdapat banyak ukuran-ukuran tergantung pada gelap-terangnya warna yang di-inginkan.

 

Pembilas ini dipergunakan pada rambut yang telah dicuci, masih dalam keadaan lembab (towel-dry) dengan sikat, spons, atau dituang dan di-tampung berulang kali pada rambut. Mencampurnya harus mempergunakan air hangat supaya mudah diserap oleh rambut. Bila mempergunakan spons atau sikat, rambut harus dibagi (blocking) setebal 6-8mm dan kenakanlah pembilas dengan rata serta berulang kali.

 

Keuntungan dari pembilas-sementara lalah : sifat bahan ini mudah hilang, dan memberi efek lembut pada rambut beruban, rambut pirang dan pada rambut yang berwarna asli, serta memberikan effek warna mode bagi rambut yang di putihkan (dibleach).

 

 

 

  • Lotion-pratata berwarna (color setting lotion)

 

Lotion pratata berwarna, merupakan bentuk yang sangat digemari dalam jenis pewarna “Sementara”. Warna dimasukkan dalam bahan yang sesuai untuk mengeset rambut, misalnya plasticizer atau hairconditioner. Tidak perlu me campur atau mencairkan, dan dipergunakan dengan spons, sikat atau langsung dituang dari botol dan dibagi/diratakan pada rambut dengan ujung-ujung jari.

Sangatlah penting rambut dikeringkan terlebih dahulu dengan handuk sebelum obat ini dipakai/diulaskan, sebab kelebihan air pada rambut akan mengakibatkan warna menjadi melembut dan pudar. Keuntungan daripada setting-lotion-bewarna ialah : segala macam warna dapat ditambahkan pada segala rupa bahan dasar untuk lotion pratata yang cocok untuk berbagai jenis rambut.

Ini merupakan “Memperkenalkan Warna” yang sangat tepat bagi mereka yang masih ragu-ragu untuk mencat rambutnya, karena warna tersebut mudah dihilangkan, hanya bertahan dari shampo yang terakhir ke shampo yang mendatang.

 

 

  • Vernis pewarna

 

Vernis pewarna rambut merupakan bahan pewarna rambut yang bersifat se mentara, dengan cara di-ulas/dilukiskan pada rambut kering yang telah ditata. Tetapi pilihan warna terbatas.

 

 

  • Pewarna dalam semprotan (Color hairspray)

 

Terdapat dalam bentuk cairan. dan bubuk halus dalam berbagai warna, yang disemprotkan pada rambut kering yang telah ditata. Zat warna ini menutupi kulit-luar rambut yang mudah dihilangkan dengan cara menyikat atau mencucinya. Beberapa warna dari jenis ini yang sangat digemari merupakan warna logam, misalnya : mas, perak, perunggu dan lain-lain warna.

 

Hati-hatilah bila mempergunakannya pada rambut pirang, putih atau rambut yang dibleach, sebab dapat meninggalkan bayangan noda (pelunturan). Oleh karena zat tersebut dapat diserap oleh rambut yang porous.

 

 

 

  • Pensil/crayon/cat pewarna

 

Pada umumnya dipakai untuk mendapatkan efek tertentu pada penampilan diatas panggung. Selain dipanggung jenis tersebut sangat di gemari oleh masyarakat luas dan kebanyakan dimaksudkan untuk menonjolkan tata-rias rambut (psychedelic efek).

 

 

  • Serbuk-mengkilap

 

Serbuk-mengkilap dibuat dari bubuk logam bewarna yang mengkilap memantulkan cahaya. Bila dipercikkan pada rambut memberikan efek gemerlapan. Yang banyak sekali dipakai adalah bubuk warna mas dan perak, meskipun memperolch efek warna sementara, serbuk-mengkilap ini hanya merupakan suatu hiasan saja.

 

 

 

 

 

 

Demikianlah pembahasan lengkap tentang pewarnaan rambut dan teknisnya, walaupun pembahasan ini masih dalam tingkat dasar, semoga segala informasi yang telah anda baca dapat menambah ilmu dan wawasan anda. Diharapkan juga anda semakin termotivasi untuk lebih giat belajar dan berlatih tentang Seni Tata Kecantikan Rambut,  hingga akhirnya menjadi bekal untuk anda menjadi seorang ahli Rambut Profesional.

 

 

 

 

 

 

 

Penulis : M. Alamsyah

Sumber : Teori Dasar Tata Kecantikan Rambut, Diknas 2011