Mengenal Pewarnaan Rambut Dasar Dan Beserta Teknisnya Part I

Mengenal Pewarnaan Rambut Dasar Dan Beserta Teknisnya Part I

 

  1. Pewarnaan Rambut

 

Pewarnaan adalah suatu tindakan untuk mengubah warna alami rambut. Dalam seni tata kecantikan rambut saat ini, pewarnaan dapat berbentuk sebagai tiga proses yang berbeda yakni, penambahan warna, penghilangan warna dan pemudaan warna.

 

  1. Pewarna rambut yang beraneka ragam

 

Secara kimiawi pewarna rambut luas sekali bidangnya, di mana tercakup jumlah bahan yang cukup besar yang menghasilkan bahan pewarna dengan bermacam macam effek. Meskipun bahan pewarna di zaman dahulu terbatas, narnun dapat menghasilkan penemuan jenis-jenis yang lebih rumit dan luas.

 

Bahan-bahan pewarna dapat dibagi dalam kelompok berikut :

  1. Nabati
  2. Nabati dan Mineral
  3. Mineral

 

  1. Cat nabati adalah pewarna yang dibuat dari bunga, batang dan kulit Latang berbagai tumbuhan. Antara lain yang telah dikenal dari dahulu kala yaitu Henna. Dibuat dari bubuk daun tumbuh-tumbuhan Mesir, yang biasa dipakai untuk suatu “bungkusan henna” atau untuk mewarnai rambut menjadi warna merah dalam berbagai tingkat semu. Pewarnaan demikian ini tidak merugikan kesehatan rambut, dan jenis ini menembus ke dalam rambut.

Camomile atau chamomile, dari bunga tumbuh-tumbuhan camomile, menghasilkan pigmen berwarna kuning, yang dipergunakan dalam shampo untuk menjadikan rambut pirang lebih terang. Bahan ini tidak menembus kutikula rambut, hanya merupakan “pewarna permukaan”. Indigo, dari daun tumbuh-tumbuhan indigo, menghasilkan warna biru-hitam, dan bila dicampur dengan henna, menghasilkan bermacam-macam warna dalam berbagai tingkat semu.

 

  1. Pewarna nabati dan mineral adalah campuran: sari tumbuhan dan bahan dari mineral. Antara lain yang sudah dikenal adalah: compound henna, ialah henna nabati dicampur dengan suatu garam legam, yang merupakan pewarna permukaan. Compound henna lain daripada pewarna modern, janganlah disamakan dengan henna/nabati.

 

  1. Pewarna mineral dibagi dalam dua kelompok, yaitu :

 

  1. Pewarna logam adalah pewarna yang menutupi permukaan rambut, dikenal sebagai pewarna reduksi, pewarna logam dan pewarna sulfida terdiri dari garam logam, antara lain timbal asetat hitam, perak nitrat, garam besi, nikkel dan bahan kimia lainnya untuk menghasilkan pewarna logam. Warna yang terdapat dari kelompok ini adalah mulai dari merah sampai hitam, biasanya yang gelap dengan cahaya yang redup. Sekarang jenis ini jarang dipakai, namun masih terdapat dalam “hair colour-restorer” (produk untuk mengembalikan warna).

 

  • Incompatibility adalah ketidak-mampuan-bercampur tanpa bereaksi.

Rambut yang telah diwarnai dengan pewarna logam tidak dapat dikenakan hidrogen perioksida: H₂0₂ suatu bahan kimia dalam produk pewarna dan obat keriting rambut, bila salah satu produk tsb. dikenakan pada rambut. yang demikian, akibatnya adalah pelunturan, panas yang hebat dan kehancuran rambut.

 

  • Tes untuk garam logam dan produk yang tidak dapat dicampur.

Bila rambut yang ditutupi garam tembaga ditempatkan dalam campuran hidrogen peroksida dan amonium hidroksida, maka rambut itu akan mendidih dan hampir hancur sama sekali. Compound henna pada rambut memberi reak yang hampir sama dan endapan timbal hitam akan segera menjadikan warna berubah menjadi lebih muda. Begitu juga endapan perak tak akan membukt obat keriting menembus dan dengan demikian hasil pengeritingan buruk Untuk mengetes pewarna logam pada rambut: letakkan beberapa helai ramba dalam campuran “peroksicia dan amoniak”. Bila terdapat suatu garam yang tidak dapat bercampur, akan terlihat rambut menjadi panas dan patah

 

 

  1. Turunan anilin adalah bahan yang dipakai dalam banyak pewarna rambut modern. Penyulingan batu bara dan produk-produknya menghasilkan banyak zat kimia untuk penggunaan medis dan kosmetik, pewarna turunan anilin, yang menghasilkan pewarna oksidasi yang menembus dan yang terdapat dalam banyak pewarna-tetap.

 

Cat logam, misalnya pewarna sulfida dan pewarna reduksi dikenal sebagai pewarna yang dikerjakan dua kali. Pewarna oksidasi tetap yang modern biasanya dicampur dengan suatu oksidan, misalnya : hidrogen peroksida, yang dikenal sebagai pewarna yang dikerjakan satu kali.

 

  • Anjuran dan larangan sebelum mernpergunakan bahan pewarna,

 

  1. Periksalah selalu dengan teliti kulit kepala terhadap bintik-bintik, goresan, radang atau tanda-tanda kelainan, sebelum memulai dengan pewarnaan guna mencegah adanya reaksi kulit terhadap obat-obat kosmetik rambut.
  2. Gunakanlah produk yang dapat dipercaya, simpanlah bahan-bahan ter sebut dengan tepat dan peliharalah dengan baik. Bahan yang kurang bermutu akan mengakibatkan kehilangan waktu, usaha, uang dan langganan.
  3. Gunakan produk-produk seperti apa yang dimaksudkan, jangan mencoba mengerjakan misalnya pewarna jenis “Sementara” sebagai pewarna jenis yang “Tetap”.
  4. Pilihlah warna dengan bijaksana. Setelah warna yang akan dipakai ditentukan, periksalah apakah penempatan tabung berisi cat warna itu berada dalam kotak yang tepat. Menggunakan warna yang salah akan mengurangi kepercayaan langganan.
  5. Ambillah takaran yang tepat dan jangan mengira-ngira.

Untuk pemakaian sehari-hari di salon cukup dengan hidrogen peroksida

H202 :

4½ %         15 Volume.

6%                         20 Volume.

9%             30 Volume.

 

  1. Perlu dilakukan suatu tes “kepekaan”, yang disebut “Patch Test”.
  2. Sebelum mengerjakan pewarnaan, lakukanlah percobaan (tes) pada seikat rambut untuk melihat hasil warna yang cocok dan waktu olah yang diperlukan.
  3. Bekerjalah selalu secara teratur (metodis) dan rapi (efisien) agar memperoleh kepercayaan dan hasil yang memuaskan. Sebelum perawatan dimulai semua bahan dan perlengkapan dikumpulkan sehingga segera dapat dipakai. Keperluan seperti : handuk, penutup/pelindung bagi langganan maupun yang mengerjakannya, takaran dari gelas/plastik, sikat, sisir, kapas, mangkuk H202, cat atau pewarna didalam tempatnya yang langsung dapat dipakai.
  4. Periksalah alat-alat sebelum dipergunakan, sisa-sisa cat warna gelap yang tertinggal pada sikat dapat meluntur pada rambut berwarna muda atau rambut yang diputihkan. Janganlah memakai alat-alat atau tempat mencampur pewarna dari logam, sebab akan mengakibatkan pelunturan pada pewarna.
  5. Lindungilah tangan dan kulit dengan memakai sarung tangan terbuat dari karet/plastik. Kenakanlah “krim perintang” pada kulit di sekeliling garis pertumbuhan rambut.
  6. Catlah dengan lancar tapi rapi, janganlah sampai bahan pewarna itu tersebar diatas langganan atau mengotori peralatan lainnya. Tempat/mangkuk berisi cat harus diletakkan berdekatan dengan langganan, selalu disebelah kanan pekerja.
  7. Noda, tetesan cat pada baju harus segera dihilangkan dengan air bersih, bila dibiarkan akan makin sukar untuk dihilangkan.
  8. Untuk menghindari hal-hal yang tak diingini, bila mengecat rambut panjang, jepitlah lapisan-lapisan rambut yang telah dicat menjadi kelompok-kelompok tanpa disisir.
  9. Setelah selesai dipakai, bersihkanlah alat-alat dan tempatkanlah kembali tabung dengan sisa bahan pewarna kedalam tempatnya semula.

 

  • Peroxometer

Ini adalah sejenis hidrometer yang dengan mudah dapat digunakan untuk mengetes kekuatan hidrogen peroksida. Hidrogen peroksida yang belum seimbang dapat kehilangan kekuatannya yang tepat (efektivitasnya) bila dibuka dan terkena udara.

 

 

 

  • Hidrogen peroksida

Adalah salah satu oksidan yang paling banyak dipergunakan dalam pewarnaan rambut yang modern, dicampur dengan krim atau cairan yang mengandung pigmen warna, yang semulanya kelihatan tidak berwarna, tetapi bila terkena udara akan berubah menjadi gelap.

 

  • Tes kepekaan kulit (patchtest)

 

Tes kepekaan kulit atau disebut predisposition test, adalah tes sebelum pelaksanaan pewarnaan rambut terhadap kulit yang cenderung sensitive atau reaktif terhadap bahan kimia yang terkandung dalam zat pewarnaan rambut. ada macam 2 tes yaitu :

 

  1. Tes Sabouraud
  2. Tes Plester

 

  • Langkah pengetesan

 

Langkah pengetesan dilakukan sebagai berikut : campurlah sedikit pewarna yang hendak dipakai dengan H₂O₂ dengan takaran yang sama, dan oleslah campuran ini di atas kulit kurang lebih 10 mm di belakang telinga, atau pada siku lengan bagian dalam setelah tempat tersebut dibersihkan dengan alkohol. Plester harus ditutupi dengan perekat yang merupakan selaput pelindung agar tidak menjadi kering.

Bila timbul reaksi (“Positif”) pada kulit dalam 48 jam, antara lain : radang, pembengkakan, atau kelainan-kelainan pada kulit yang dites, janganlah menggunakan bahan pewarna itu. Kalau tidak ada reaksi atau “negatif”: tidak ada gatal-gatal, rasa nyeri atau radang, maka bahan pewarna itu dapat dipakai dengan aman.

 

  • Waktu olah (Processingtime)

 

Waktu olah dihitung mulai pada saat selesainya pengecatan seluruh kepala. Dengan waktu olah yang kurang, hasilnya tidak akan seperti yang diharapkan. Bila waktu olah terlalu lama, akan menghasilkan pewarnaan yang berlebihan, warna menjadi terlampau gelap atau terlampau muda. Alat uap atau alat pemanas accelerators) dapat mempercepat waktu olah dengan separuh waktu, misalnya 30 menit menjadi 15 menit.

Bila waktu olah telah usai, periksalah hasil warnanya dengan melakukan tes pada seikal rambut, yang diambil dari 2-3 tempat yang berlainan. Test warna ini dilakukan dengan menghilangkan sisa pewarna dari seikal rambut dengan tissue atau dengan punggung sisir, digosok atau diseset, kemudian bandingkan dengan :

 

  • Bagian-bagian rambut yang semula telah dicat, sudah rata tidaknya warna pada waktu retouch.
  • Apakah hasil warna rambut telah sama dengan contoh warna yang diinginkan pada perubahan warna seluruh kepala.

Bila warnanya belum sama berarti diperlukan waktu olah yang lebih lama.

Tutupilah lagi tempat yang dites tadi, dengan pewarna, tambahlah waktu olah 10 menitan lagi. Bila warna tidak rata berarti pengenaan cat kurang tebal/rata dan penambahan bahan pewarna haruslah dilangsungkan dengan segera. Tambahkanlah dengan rata pada bagian-bagian lapisan rambut yang memerlukannya.

Untuk menghasilkan warna yang memuaskan, hampir semua bahan pewarna membutuhkan waktu olah yang seusai dengan perhitungan produsen, dan petunjuk ini selalu terlampir pada tiap tabung bahan pewarna.

 

Untuk sementara cukup kiranya kami jelaskan mengenai pengenalan pewarnaan rambut beserta teknisnya, untuk pembahasan selanjutnya akan kami lanjutkan dalam part II. Semoga anda yang mempelajari dan mendalami tentang pewarnaan rambut, masih ingin melanjutkan ke pembahasan yang lebih lengkap lagi di part II mendatang.

 

 

 

 

Penulis : M. Alamsyah

Sumber : Teori Dasar Tata Kecantikan Rambut, Diknas 2011