PART II BEBERAPA PENGETAHUAN DASAR TENTANG PEMANGKASAN PRA-TATA DAN PENATAAN RAMBUT

BEBERAPA PENGETAHUAN DASAR

TENTANG PEMANGKASAN PRA-TATA DAN PENATAAN RAMBUT PART II

 

  1. Pendahuluan

 

Dalam Pembahasan pertama, telah dijelaskan materi mengenai pemangkasan dasar dan pratata rambut dasar. Di part yang ke dua ini pembahasan akan kita lanjutkan mengenai keidahan dalam pemangkasan rambut dan penjelasan lebih lengkap tentang pratata rambut.

 

 

 

  1. Keindahan Dalam Pemangkasan

 

Penyesuaian antara hasil pemangkasan yang ingin dicapai dengan bentuk wajah, kepala, perawakan dan usia model yang bersangkutan adalah suatu hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam pemangkasan.

 

Secara umum dapat dikatakan, bahwa garis-garis pemangkasan, hendaknya mengikuti bentuk kepala dengan memperhatikan ketebalan rambut, sifat rambut serta arah jatuhnya rambut.

 

Meskipun sulit untuk memberikan secara mutlak kriteria “indah” dari suatu hasil pemangkasan, kecuali dari segi rata dan tidaknya namun secara umum dapat dikatakan, bahwa suatu hasil pemangkasan, yang baik adalah yang mampu memberik an kesan bentuk “oval” kepada wajah model secara keseluruhannya. Misalnya, seorang model dengan wajahnya yang bulat, tidak akan menjadi lebih indah dipandang, apabila garis pangkasan yang dibuat, berbentuk garis bulat sepanjang dahi model yang bersangkutan. Atau sebuah wajah yang berbentuk persegi-empat, akan makin menonjol kepersegiannya, apabila garis-garis pangkasan yang kita buat, menampilkan garis-garis dan sudut-sudut yang serba siku-siku.

 

Usia seorang model juga merupakan faktor yang perlu diperhatikan, Pada umumnya para wanita Barat, cenderung untuk menggunting rambutnya pendek, dengan makin dilampauinya usia setengah baya. Hal ini justru seringkali merupakan kebalikannya daripada wanita kita. Para wanita kita justru seringkali enggan digunting rambutnya menjadi lebih pendek atar dasar anggapan dan perasaan, bahwa dirinya telah menjadi tua. Dalam hal ini, pemangkas yang baik selalu mempunyai tujuan yang sama, yaitu mencegah rambut jatuh ke depan wajah dan mempertajam garis-garis ketuaan kulit wajah, yang karena faktor usia makin menjadi nyata.

 

 

  • Fungsi Dan Peranan Pratata

 

Pratata atau setting, adalah dasar penataan atau styling. Karena pada pratata ini, rambut telah dibentuk dan diarahkan untuk memudahkan penataannya. Prinsip dasar pratata adalah : basah tarik ‘gulung – kering yaitu pratata tindakan membasahi rambut, menggulung atau menarik lalu setelah itu mengeringkannya.

 

Rambut dibasahi untuk menambah elastisitasnya, kemudian ditarik dan digulung untuk membentuk ikal yang dikehendaki, dan kemudian dikeringkan dengan maksud agar bentuk ikal yang terjadi itu, dapat bertahan.

 

Meskipun pratata ini merupakan tindakan yang berfungsi mempersiapkan dan membantu penataan dan karenanya pratata tidak dapat berdiri sendiri seperti halnya dengan pemangkasan dan penataan, namun untuk dapat menghasilkan penataan yang berhasil dan serasi, dasar-dasar pratata ini perlu sekali dipahami.

 

 

  1. Peralatan Dalam Pratata

 

Alat-alat yang diperlukan dalam proses pratata, pada umumnya adalah sebagai berikut :

  1. Setting-lotion, jelly, setting cream.
  2. Sisir besar (sisir yang bergigi jarang) dan sisir bertangkai.
  3. Jepitan rambut, klem rambut dan tusukan rambut.
  4. Roller dengan berbagai ukuran.
  5. Jala rambut ukuran besar.
  6. Kap pengering rambut.
  7. Tutup telinga dari berbagai macam bahan.

 

Apabila peralatan seperti tersebut di atas telah dipersiapkan, maka pelaksanaan pra-tata dilakukan sebagai berikut :

 

  1. Mengenakan setting lotion.

Setting lotion / jelly / setting cream dapat diaplikasikan disaat rambut masih dalam keadaan setengah basah / lembab (towel dry) setelah proses pencucian rambut dilakukan.

 

  1. Membuat pembagian (parting).

Kemudian dilakukan pembagian rambut atau parting, yang secara umum adalah sebagai berikut :

 

  1. Bagian depan dibagi menjadi tiga bagian dengan berpedoman pada “Crown Section” atau “Crown of the head”.
  2. Bagian kanan dan kiri crown section ditarik garis lurus terus ke belakang telinga.
  3. Bagian belakang dibagi menjadi tiga bagian juga, berpedoman pada crown section dengan menarik garis-garis lurus ke belakang kepala.
  4. Dalam hal rambut pendek, bagian belakang kepala dapat dibagi 6 (enam) bagian.

 

  1. Menggulung rambut.

Setelah itu, dilakukan penggulungan rambut dengan urut-urutan sebagai berikut :

  • Front Section : Bagian depan tengah, yaitu front section.
  • Side Section : Bagian Kanan dan kiri.
  • Crown Section : Bagian belakang tengah-atas.
  • Back section : Bagian belakang kanan-kiri.

 

Pada saat  akan menggulung rambut, maka blocking yang dilakukan harus memiliki kesamaaan dalam ketebalan dan ketipisannya. Pin curl, rotto atau tape (pita perekat) khusus untuk rambut dapat digunakan untuk penggulungan bagian bawah rambut yang terlalu pendek.

 

  1. Mengeringkan rambut.

 

Rambut yang telah selesai dipratata kemudian dibungkus dengan jala rambut. Disarankan agar model telinganya ditutup menggunakan alat penutup telinga dan setelah itu siap untuk dikeringkan dalam kap pengering dengan menempatkan seluruh bagian atas kepala. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pra-tata adalah sebagai berikut :

 

  • Garis-garis parting seperti halnya pada proses pemangkasan harus lurus, dan penjepitannya harus rapi.
  • Untuk menghindari ujung – ujung rambut yang terlipat maka ketika kita mengerol harus tegak lurus, teliti dan rapi.
  • penjepitan rambut dapat dilakukan dengan jepit, klip atau tusukan, tetapi tidak boleh digabung kecuali dengan tusukan.
  • Pemasangan penutup telinga harus tidak mengganggu penempatan roller di atas telinga.
  • Memasang jepit atau klip pada gulungan pertama di bagian depan tidak bcleh dipasang dari depan. Hal ini dimaksud untuk menghindari timbul nya bekas lekukan yang setelah rambut menjadi kering, akan sulit bagi penataan.
  • Pada batas pertumbuhan rambut di bagian sebelah dahi, jala rambut harus dipasang secara tepat, bukan pada dahi itu sendiri, karena akan menyebabkan munculnya bekas garis yang sulit dihilangkan.
  • pengeringan rambut yang dilakukan harus benar-benar kering, dalam arti kata bahwa tidak terdapat bagian rambut yang masih basah atau lembab.

 

  1. Berbagai Jenis Pratata

 

Pada dasarnya, pratata yang bermacam-macam itu dapat kita bedakan dalam dua kategori pokok sebagai berikut :

 

  1. Pratata Dasar (Original Set)

Pada pratata dasar ini, maka cara pelaksanaannya adalah seperti yang diuraikan dalam proses pra-tata di atas. Tujuan setting dengan pola original set demikian itu, adalah untuk memudahkan pembentukan suatu tata rambut secara umum dan sederhana. Namun hal tersebut sudah memenuhi unsur-unsur keindahan.

 

  1. Pratata Disain (Designed Set)

Pada pratata disain, maka setting diarahkan untuk membantu tercapainya suatu bentuk penataan rambut tertentu yang dikehendaki. Bentuk atau jenis setting yang banyak dilakukan dalam hubungan ini, adalah yang disebut dengan istilah : Finger wave Pincurl dan Skip wave.

 

Secara umum jenis-jenis disain-set demikian itu dapat dikemukakan sebagai berikut :

 

  1. Finger wave

Finger waving ini dilakukan guna membentuk ombak-ombak pada rambut dengan menggunakan jari-jari tangan dan sisir pada rambut yang telah dibasahi dengan setting-lotion, setting jelly atau setting cream.

 

  1. Pin-curls.

Pada pin-curls, pengesetan rambut dilakukan tanpa meng gunakan rollers. Khusus ditujukan kepada bagian-bagian rambut yang karena pendeknya tidak dapat lagi digunakan rollers dalam pem buatan ikal-ikalnya.

 

Arah ikal yang terjadi pada pin-curls ini, dapat searah dengan jalannya jarum jam yang disebut “clock-wise”, atau berlawanan dengan arah jarum jam, yaitu yang disebut “counter clock-wise”. Pemilihannya, tergantung bentuk penataan yang hendak dicapai.

 

  1. Skip-wave.

Skip wave adalah jenis pratata yang merupakan kombinasi antara finger-wave dan pincurl secara silih berganti. Cara atau jenissetting ini, dimaksud untuk menghasilkan ombak-ombak rambut yang besar, tegak lurus di samping.

 

Dengan menguasai baik pengertian maupun teknik pembuatan original set dan terutama disain set, maka bagian-bagian daripada bentuk akhir tata rambut yang hendak dicapai, telah dapat dipersiapkan sebaik-baiknya sehingga memudahkan penataan selanjutnya.

 

 

 

  1. Fungsi Dan Peranan Penataan

 

Penataan rambut atau hair styling merupakan tahap terakhir dari serangkaian tindakan, dalam proses penataan rambut yang bertujuan memberi kesan keindahan, kerapihan dan keserasian bagi diri seseorang menurut nilai-nilai estetika yang berlaku dalam suatu masa tertentu.

 

Oleh karena merupakan tahap terakhir, maka penataan menempati kedudukan penentu. Pada akhirnya, in akan menentukan berhasil tidaknya tujuan yang hendak dicapai, dengan serangkaian proses penataan rambut itu sendiri secara keseluruhan.

 

Pada suatu segi, penataan harus mendasarkan diri pada pemangkasan dan pratata pada segi lain penataan justru harus dapat memperhitungkan beberapa faktor yang masih dapat diabaikan dalam tahap pemangkasan dan tahap pra-tata yang mendahuluinya. Faktor-faktor yang dimaksud antara lain adalah : penampilan khusus, tata busana, bisa juga sifat-sifat kepribadian yang terpancar dari dalam model tersebut.

 

  • Peralatan Dalam Penataan

 

Pada ujian yang diselenggarakan Pemerintah, penataan rambut dibedakan dalam dua macam penataan. Yaitu penataan bagi rambut pen dek dan penataan bagi rambut panjang. Oleh karena itu, peralatan yang di pergunakan, kita bedakan sesuai dengan jenis penataan, bagi ukuran rambut yang bersangkutan sebagai berikut :

 

  1. Peralatan bagi penataan rambut pendek :
  2. sisir sasak
  3. sikat rambut yang tidak terbuat dari kawat
  4. curling iron
  5. hair-spray, hair-shine dan penutup muka
  6. klem, klip, tusuk rambut halus.

 

  1. Peralatan bagi penataan rambut panjang :
  2. sisir sasak
  3. sikat rambut yang tidak terbuat dari kawat
  4. haar-nal besar dan haar-nal halus
  5. hair-spray, hair-shine dan penutup muka
  6. klem, klip dan jepitan
  7. jala rambut halus
  8. hair-piece atau cemara.

 

  • Proses Penataan

 

  1. Penataan bagi rambut pendek :

 

Setelah rambut yang di pratata tadi kering di bawah kap pe ngering, maka roller dilepaskan dan untuk menghilangkan ketegangan kulit kepala dapat dilakukan masage seperlunya.

 

Untuk menghilangkan bekas garis-garis roller pada kulit kepala dan dahi, perlu juga dilakukan penyikatan. Kemudian dengan mengunakan sisir sasak rambut disasak dan penataan dapat segera dilakukan. hair-spray dapat diaplikasikan agar dapat mempertahankan bentuk tata rambut yang telah dihasilkan. Semprotkan hair spray dari jarak -/+ 50 cm dengan gerakan melingkar, bisa juga secara terputus-putus, yang terpenting semprotan diaplikasikan secara merata.

Anda dapat menggunakan hair-shine secukupnya apabila sifat rambut model kering dan kusam.

 

Menjelang dilakukan penyemprotan baik dengan hair-spray may pun dengan hair-shine, kepada model perlu diberikan penutup muka untuk melindungi semprotan itu mengenal wajahnya.

 

  1. Penataan bagi rambut panjang :

 

Penataan rambut panjang dan pembuatan sanggul dengan hair piece, lazim dilakukan setelah mata ujian pengecatan, dalam hal ini dapat dipilih membuat sanggul dengan hair-piece, atau dengan rambut cemara, atau menyanggul dengan rambut model itu sendiri. Jika ingin memilih membuat sanggul dengan nair-pisus, mika penataan hair-piece harus dikerjakan di ruang ujian. Model penataan diserahkan sepenuhnya kepada peserta ujian yang bersangkutan dan warna hair-piece harus sama dengan warna rambut model (yang baru saja selesai dicat).

 

Cara pemasangan hair-piece harus cukup ketat, dan sebelum di pasangkan, keadaan rambut model sendiri harus sudah dalam keadaan disisir rapih. Jepit-jepit dan haarnaald dapat ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak terlalu terlihat.

 

Jika ingin memilih membuat sanggul dari rambut model sendiri, maka penyanggulan dapat segera dilakukan. Akan tetapi bila dikehendaki penyanggulan dengan memakai tambahan rambut cemara, maka rambut cemara dapat dibuat teribih dahulu (berbentuk gelung Jawa) yang dikerjakan di ruang ujian, atau bersama digabung dengan rambut model itu sendiri. Selanjutnya lakukan pemasangan jala rambut dan tambahkan hiasan pada sanggul seperlunya.

 

 

  1. Bentuk Tata Rambut Dan Keserasiannya

 

Untuk memilih suatu bentuk tata-rambut yang paling sesuai bagi seorang model, sebenarnya diperlukan banyak sekali pertimbangan. Di samping beberapa hal yang secara umum telah disebut dalam permulaan uraian tentang masalah ini, maka faktor-faktor lain seperti bentuk kepala, bentuk wajah, letak mata, hidung, telinga, mulut, dagu, bentuk leher usia dan perawakan serta kepribadian model itu perlu mendapat pertimbangan sebaik-baiknya.

 

Oleh karena suatu bentuk tata rambut yang tercipta harus mampu memberikan kesan indah dan memperindah semua faktor-faktor di atas tadi sebagai satu keseluruhan. Namun demikian dalam tulisan ini, akan dibatasi khusus hanya kepada keserasian tata rambut terhadap bentuk wajah model yang bersangkutan. saja.

 

Seperti diketahui, bentuk wajah berbeda-beda dan pada dasarnya dapat dibedakan 7 buah bentuk dasar, yaitu :

 

  1. Bentuk oval (bulat telur)
  2. Bentuk bulat
  3. bentuk lonjong/oblong
  4. bentuk buah peer
  5. bentuk diamond (wajik) atau segitiga
  6. bentuk persegi empat

 

Kebudayaan setiap bangsa itu, bertumbuh melalui suatu proses yang lama, dengan faktor pembentuknya yang berbeda-beda menyebabkan tidak mungkin secara mutlak dapat ditentukan suatu kriteria “cantik”, yang berlaku secara universal. Namun setidak-tidaknya kini terda pat satu kesatuan pendapat di antara para Ahli Kecantikan, bahwa dari ketujuh bentuk dasar seperti di atas itu, bentuk oval lah yang di pandang sebagai paling ideal.

Sebuah wajah dikatakan berbentuk oval, apabila kita tarik empat buah garis horisontal yang menyinggung ujung dagu, ujung hidung, tepi atas kelopak mata dan ujung luar dahi, maka ke empat buah garis sejajar itu akan mempunyai jarak yang sama antara satu dengan lainnya. Bila dari sisi sebelah dalam mata ditarik garis-garis secara vertikal, maka kedua garis tersebut akan jatuh tepat mengenai kedua sudut bibir kita dalam keadaan tidak ketawa.

Dalam usaha membuat suatu penataan yang baik, sering juga digunakan bantuan wig dan hairpiece. Terutama sekali jika rambut asli model yang bersangkutan kurang cukup untuk dapat mencapai bentuk penataan yang dikehendaki. Penggunaan wig telah dikenal sejak zaman Mesir purba, wig yang paling tua yang pernah diketemukan, dibuat dari serat tumbuh-tumbuhan. Tetapi yang lebih umum, dibuat dari bulu hewan dan rambut asli manusia. Pada zaman modern ini, wig dan hairpiece juga banyak yang terbuat dari bahan sintetis, seperti kanekalon, dynel, modacrillic dan sebagainya.

Karena bentuknya, yang dapat menutupi kepala secara penuh, maka disamping berfungsi sebagai penghias, wig juga mempunyai fungsi sebagai pelindung kepala dari faktor-faktor luar yang merugikan, seperti panas terik matahari, benturan dan sebagainya. Sedangkan hairpiece, hanya mempunyai fungsi sebagai penghias saja.

Wig dan hairpiece yang termahal, dibuat dari rambut manusia asli, Apalagi jika dibuat atas dasar pesanan, yaitu disesuaikan ukurannya dengan kepala sipemakai.

Wig dan hairpiece yang terbuat dari bahan-bahan sintetis, setelah dicuci, tidak dapat dikeringkan dengan alat-alat pemanas ataupun langsung dijemur dibawah “terik matahari. la harus dibiarkan kering sendiri melalui gerakan udara di sekitarnya.

Karena wig dan hairpiece tidak mempunyai sumber minyak alami. seperti halnya dengan rambut yang tumbuh di kepala, maka kecuali pencucian yang biasa, perlu juga diberikan obat-obat kosmetik “conditioner”. guna dapat mempertahankan sifat kecemerlangan dan mudah penataannya.

 

  1. Penutup

 

Demikian uraian singkat tentang beberapa pengetahuan dasar perihal Pemangkasan, Pratata dan Penataan Rambut yang minimal harus diketahui dalam menempuh ujian Nasional bidang Tata Kecantikan Rambut.

 

Semoga apa yang telah dipelajari berguna dan bermanfaat untuk anda sebagai penambah wawasan dan informasi yang berguna untuk menjadi menjadi seorang penata kecantikan rambut walaupun pembahasan yang telah ditulis masih bersifat teori dasar.

 

 

 

 

Penulis : M. Alamsyah

Sumber : Teori Dasar Tata Kecantikan Rambut, Diknas 2011