BEBERAPA PENGETAHUAN DASAR TENTANG PEMANGKASAN PRA-TATA DAN PENATAAN RAMBUT PART I

BEBERAPA PENGETAHUAN DASAR

TENTANG PEMANGKASAN PRA-TATA DAN PENATAAN RAMBUT PART I

 

 

  1. Pendahuluan

 

Dalam suatu proses penataan rambut pemangkasan (cutting), prat (setting) dan penataan (styling), merupakan suatu rangkaian tindakan yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi antara satu dengan lainnya. Oleh sebab itu, maka seorang Penata Rambut sebelum mengkhususkan diri dalam salah satu cabang ketrampilan tersebut, mutlak perlu mengetahui dan menguasai lebih dahulu pengetahuan dan ketrampilan dasar bagi pelaksanaan ketiga tahap proses penataan rambut seperti di atas dengan sebaik-baiknya.

 

Marilah kita mulai dengan Pemangkasan, kemudian Pra-Tata dan terakhir Penataan dalam urut-urutan penguraiannya.

 

  1. Fungsi Dan Peranan Pemangkasan

 

Pemangkasan, disebut juga dengan istilah “pengguntingan” rambut, merupakan satu tahap yang amat penting dalam suatu proses penataan rambut secara keseluruhan. Dengan pemangkasan, sebenarnya telah ditentukan bagaimana pe nataan rambut itu nanti akan berwujud. Atau dengan perkataan lain suatu bentuk tata-rambut yang hendak dicapai dalam suatu proses penata an rambut sudah ditentukan lebih dahulu, melalui pola pengguntingannya atau dasar penangkasannya.

Pemangkasan yang dilakukan secara tepat dan baik, tidak saja akan menjadikan bentuk kepala dan wajah seseorang itu secara keseluruhan indah dipandang, melainkan akan juga menjadikan rambut mudah diatur dan ditata menurut disain yang dikehendaki.

 

  • Peralatan Dalam Pemangkasan

 

Alat yang dipergunakan dalam suatu proses pemangkasan, pada dasarnya dapat kita bedakan dalam 4 macam alat perlengkapan sebagai berikut :

 

  1. Pelbagai macam Gunting :

gunting yang dipergunakan dalam pemangkasan pada umumnya dibedakan dalam :

  1. Gunting biasa
  2. Gunting Penipis Bergigi pada kedua belah daun guntingnya.
  3. Gunting Penipis Bergerigi pada sebelah daun guntingnya.

 

  1. Razor atau Pisau Cukur :

Razor atau pisau cukur yang dipergunakan dapat dibedakan dalam :

  1. Pisau Cukur lurus.
  2. Pisau Cukur beralat pengaman, dengan sebuah mata pisau
  3. Pisau Cukur beralat pengaman, dengan dua buah mata pisau.

 

  1. Clipper atau Tondeuse :
  2. Clipper biasa, yang digerakkan dengan tangan
  3. Clipper listrik yang digerakkan dengan tenaga listrik.

 

  1. Alat perlengkapan lain :
  2. Penutup Leher (dari kertas atau handuk) dan Cape
  3. Semprotan air atau water-applicator
  4. Sisir besar dan kecil
  5. Pelbagai jepit dan klem rambut
  6. Sikat Rambut dan Bedak (talk-powder).

 

  1. Proses Pemangkasan

 

Pemangkasan yang tidak menggunakan alat pemanas listrik, dapat dilakukan terhadap rambut dalam keadaan basah, maupun dalam keadaan kering.

Pada pemangkasan dengan menggunakan razor atau pisau rambut harus selalu dalam keadaan basah. Maksudnya :

 

  1. Mencegah atau mengurangi rasa sakit bagi model yang bersangkutan.
  2. Menjaga agar tidak terjadi kerusakan pada rambut terutama yang dapat mengakibatkan ujung-ujung rambut menjadi pecah-pecah/bercabang.
  3. Razor yang dipergunakan tidak lekas menjadi tumpul.

 

Pemangkasan dengan gunting, rambut dapat dalam keadaar basah maupun kering. Sedangkan pemangkasan dengan Clipper, khususnya clipper yang digerakkan dengan tenaga listrik, rambut harus dalam keadaan kering. Hal ini untuk menjaga keamanan sekiranya terjadi kebocoran aliran listrik di clipper yang bersangkutan.

Proses pemangkasan yang teratur dan baik, harus memperhatikan urut-urutan pelaksanaannya sebagal berikut :

 

  1. Pemakaian penutup leher atau cape

 

Sebelum pemangkesan dilakukan, terlebih dahulu dipakaikan penutup leher dan cape yang akan menutupi bagian badan sebelah atas model yang bersangkutan.

Cape ini dapat terbuat dari bahan kain atau dari plastik. Jika cape tidak terbuat dari bahan kain, maka sebelum mengenakan cape ini perlu terlebih dahulu diberi lapisan handuk di bawahnya. Karena ada kemungkinan seseorang itu alergi terhadap bahan pembuat cape, sehingga dapat menimbulkan akibat-akibat yang tidak diinginkan, jika terjadi suatu per sentuhan langsung antara kulit tubuh model dengan cape yang bersangkutan.

 

  1. Melakukan pembagian (parting)

 

Setelah cape dikenakan dengan baik, maka sebelum pemangkasan perlu dilakukan pembagian rambut atau yang disebut juga dengan parting. Parting ini dilakukan menurut cara dan sistim yang dipelajari dari masing-masing lembaga pendidikan yang bersangkutan.

Yang penting dalam melakukan parting ini adalah bahwa parting tersebut harus menghasilkan pembagian rambut yang simetris dan paris-garis pembagi harus merupakan garis lurus. Rambut yang telah dibagi, harus secara rapih dan baik dijepit dengan klem-klem rambut, baik klem bergigi ataupun klem-klem biasa.

 

  1. Pemangkasan

 

Pemangkasan dapat dilakukan menurut sistem dan metoda yang dipelajari dari lembaga pendidikan masing-masing. Apabila harus membuat trap atau jenjang pangkasan maka tidak lah mutlak harus dibuat dengan cara dan arah dari bagian bawah lebih panjang dan kemudian terus memendek ke atas, dengan cara dan arah yang sebaliknya pun dapat dilakukan. Jadi, dapat dimulai dari bagian atas memendek, kemudian terus memanjang ke bawah atau dari atas me manjang dan kemudian memendek ke bawah, tergantung sepenuhnya dari bentuk akhir tata-rambut yang hendak dicapai.

Pada waktu pemangkasan maka gunting, razor, atau clipper yang dipergunakan, harus senantiasa berada di tangan bersamaan dengan memegang sisir. Hendaknya selalu diingat, untuk tidak setiap kali meletakkan gunting atau sisir di saku pakaian kerja, atau di meja, dan kemudian setiap kali mengambilnya kembali untuk melanjutkan pemangkasan.

Sebelum memulai dengan guntingan yang pertama, sangat perlu untuk diperhatikan bentuk pangkasan yang hendak dicapai. Apakah bentuk itu akan sesuai dengan wajah, perawakan dan usia model? Karena akan lebih baik dan lebih menghemat waktu untuk menentukan bentuk pangkasan terlebih dahulu secara sebaik-baiknya, daripada setelah memangkas kemudian harus merubah atau memperbaikinya lagi, yang demikian itu sangat sulit untuk dapat dilakukan dengan baik.

Ada sebuah prinsip dasar yang sangat penting untuk diperhatikan dalam pemangkasan yaitu, prinsip pangkaslah sedikit demi sedikit, dan jangan sekaligus memangkas dengan ukuran panjang. Karena salah pangkas yang bersifat terlalu panjang, tidak dapat diperbaiki lagi.

 

  1. Memeriksa dan merapikan

 

Setelah pemangkasan selesai, perlu segera diadakan pemeriksaan atau pengecekan guna segera mengetahui apakah bentuk dan panjang rambut yang dipangkas telah rata, sama panjang, seimbang atau sudah sesuai dengan bentuk pangkasan yang dikehendaki. Perbaikan dapat segera dilakukan pada bagian-bagian yang memerlukannya kemudian sisa-sisa guntingan rambut yang bertebaran di atas cape dan pakaian atau bagian tubuh model, perlu segera dibersihkan dengan sikat khusus. Sisa-sisa guntingan rambut di bagian kulit wajah atau badan model, dapat disikat bersih secara amat mudah dengan lebih dahulu memberikan bedak/talk.

 

  1. JENIS DAN ISTILAH TEKNIS PEMANGKASAN

 

Dalam bidang pemangkasan, terdapat pelbagai istilah teknis yang membedakan suatu bentuk pangkasan dengan bentuk pangkasan lainnya. Dengan makin berkembangnya pengetahuan, seni, peralatan dan teh Inik dalam bidang penataan rambut, maka istilah-istilah teknis dalam pemangkasan pun cenderung bertambah dan berkembang.

Namun demikian masih akan selalu berlaku beberapa istilah dasar, yang telah diterima secara umum dalam dunia pemangkasan yang sangat perlu diketahui serta dipahami.

 

Beberapa istilah teknis tersebut beserta pengertian dan teknik pelaksanaannya, secara garis besar dapat diuraikan sebagai berikut :

 

  1. Tapering

Tapering adalah istilah untuk pemotongan rambut yang bertujuan untuk mengurangi panjang suatu bagian rambut, dengan hasil akhir seperti bentuk yang meruncing. Sesuai dengan jenis alat yang dipergunakan, maka tapering dapat dilakukan dengan dua macam cara sebagai berikut :

 

  1. Tapering dengan Gunting

Yaitu tapering yang dilakukan pada rambut dalam keadaan kering. Oleh sementara Ahli, cara ini disebut juga dengan istilah “slithering“.

Dengan titik berat gerakan di pergelangan tangan, gunting digerakkan ke kanan dan ke kiri pada suatu kepanjangan rambut, kurang lebih. sepertiga dari ujung rambut. Hasilnya akan dicapai rambut yang lebih. pendek dengan bentuk runcing yang dikehendaki.

 

  1. Tapering dengan Razor.

Yaitu tapering yang dilakukan pada rambut dalam keadaan basah. Penempatan sudut razor terhadap rambut hendaknya tidak tegak lurus melainkan dengan sudut yang lebih kecil dari 90 derajat. Dengan jarak dan gerakan yang sama seperti tapering dengan gunting, akan dapat menghasilkan rambut yang lebih pendek dengan bentuk yang sama runcingnya.

 

Feathering ini, sebenarnya merupakan sebuah istilah lain yang diberikan kepada tapering. Tetapi karena hasil yang dicapai merupakan sesuatu yang cukup dapat dibedakan dari hasil suatu tapering, maka feathering kemudian mempunyai makna yang tersendiri.

Cara pelaksanaannya adalah, sarna dengan cara tapering dengan gunting. Hanya pengurangan dan pembuatan bentuk runcing pada. rambut tadi, dilakukan dengan ujung gunting. Hasilnya berupa rambut pendek yang tersusun secara tidak rata tebal dan tipis nya.

 

  1. Thinning atau Slithering.

Thinning adalah istilah teknis untuk penipisan salah satu bagian rambut, dengan memotong sebagian panjang rambut. Tetapi secara keseluruhannya panjang bagian rambutnya terlihat masih seperti semula. Alat yang dipakai yaitu razor, gunting atau gunting yang bergerigi. Seperti pada Tapering, Thinning juga dilakukan dengan cara menggerakkan gunting sepanjang sepertiga rambut sebelah bagian tengah.

Beberapa ahli juga menyebut “thinning” ini dengan istilah “slithering“, yang oleh sementara ahli lain, slithering ini dipandang mempunyai arti yang sama dengan tapering memakai gunting. Dengan membiasakan diri menyebut teknik ini dengan istilah “thinning“, maka sudah tepat bagi pengertian yang akan dicakupnya.

 

  1. Blunt Cutting atau Club Cutting.

Adalah pengguntingan rambut secara horizontal (mendatar) yang tujuannya agar bagian rambut mendapat ukuran yang sama panjangnya. Pelaksanaan pemotongan dengan cara blunt-cutting, dilakukan dengan cara selapis demi selapis. Pengguntingan sekaligus pada bagian rambut yang cukup tebal, akan dapat mengakibatkan panjang guntingan rambut yang tidak sama, berlainan dengan hasil yang hendak dicapai semula.

 

  1. Trimming atau Clipping.

Teknik pengguntingan pada trimming dan clipping adalah sama dengan club-cutting dan blunt cutting, yaitu secara mendatar (horizontal). Hanya tujuannya saja yang dikhususkan untuk memendekkan dan meratakan suatu hasil pemangk asan sebelumnya. Atau untuk menanggulangi keadaan rambut yang ujungnya pecah-pecah atau bercabang (trichoptilosis), dengan cara memangkas ujung-ujung rambut tersebut secara rata.

 

 

  1. Layer Cutting atau Layering.

Seperti halnya dengan beberapa istilah di atas, maka laver-cutting atau layering ini, sebenarnya pengertiannya sudah tercakup dalam tapering dan thinning.. Bedanya adalah bahwa penipisan yang hendak dihasilkan, dicapai secara lapis demi lapis dengan memakai gunting.

 

  1. Shingle Cutting atau Shingling.

Tehnik ini dilakukan dengan cara memotong bagian rambut yang dimulai dari bagian kuduk leher secara pendek kemudian semakin memanjang ke arah “mahkota”. Tanpa menampakkan terjadinya garis-garis batas atau trap-trap rambuat yang nyata. Teknik pangkasan ini biasanya digunakan untuk memangkis pendek bagian belakang rambut pria.

Dengan memahami istilah-istilah di atas serta menguasai tehnik pelaksanaannya, tidak saja akan dapat dicapai satu kesatuan pengertian yang penting untuk berkomunikasi di bidang ini, juga akan lebih terjamin dicapainya hasil yang tak terlalu berbeda, dari satu istilah yang sama.

 

 

Pengetahuan dan ketrampilan dasar yang sudah dijelakan diatas, dievaluasi melalui ujian nasional yang diselenggarakan oleh Pemerintah, sesuai dengan peraturan dan pembakuan yang berlaku.

Itulah sebabnya maka dalam tulisan ini, sengaja akan dibatasi pada hal-hal dasar yang perlu diketahui dan dikuasai oleh seorang calon Penata Rambut yang ingin memperoleh pengakuan Pemerintah bagi keahliannya. Dengan perkataan lain, bahan-bahan yang disajikan di sini bermaksud membantu para calon Penata Rambut untuk mengetahui dan menguasai secara minimal hal-hal yang perlu diketahui dan dikuasainya, dalam persiapan menempuh ujian negara nanti. Khususnya dalam tulisan ini, hanya yang menyangkut ketiga cabang pengetahuan dan ketrampilan dasar seperti di atas yang akan disajikan sebagai bahan pelengkap daripada yang telah dipelajari dari lembaga-lembaga pendidikan kejuruan yang bersangkutan sendiri.

 

Demikianlah Pembahasan kali ini, berikutnya akan kita lanjutkan kembali dengan materi mengenai keindahan pemangkasan dan pratata rambut di part yang ke dua.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis                         : M. Alamsyah

Sumber                        : Teori Dasar Tata Kecantikan Rambut, DIKNAS 2011