Mengenal Keriting Desain Dan Teknik Pelaksanaannya

Pada dasarnya pengeritingan itu dapat dibedakan dari keriting dasar dan keriting disain. Di dalam keriting dasar, tujuan pengeritingan terbatas hanya kepada usaha untuk bagaimana caranya membuat rambut yang lurus dapat menjadi rambut ikal atau keriting. Larutan yang digunakan untuk pengeritingan haruslah sama kekuatannya. Penempatan roto dan ukuran roto yang digunakan dalam pengeritingan harus sesuai dengan petunjuk dalam pelajaran tata kecantikan rambut tingkat dasar maupun tingkat terampil.

Sementara itu dalam keriting disain, tujuan pengeritingan adalah menunjang terciptanya disain penataan yang telah ditentukan. Oleh karena itu pentingnya penggunaan beberapa larutan pengeriting yang kekuatannya berbeda – beda. Penggunaan alat roto juga berbeda – beda, baik dalam penempatan ataupun ukurannya.

Berbagai trend mode keriting rambut yang sangat digemari saat ini, yakni menginginkan bagaimana terbentuknya hasil akhir dengan volume rambut yang besar, dengan ombak dan ikal yang jelas serta memiliki kesan dinamika gerak kehidupan. Untuk dapat mencapai bentuk – bentuk keriting seperti itu, maka banyak dikembangkan berbagai teknik keriting disain.

 

  1. Pengeritingan Selang – seling (mesh-a-mesh perming)

 

Tujuan dari teknik ini adalah untuk untuk mendapatkan hasil pengeritingan dengan ombak atau ikal yang besar, tanpa perlu mengorbankan volume rambut. Pembuatannya dilakukan dengan cara menempatkan roto ukuran besar dan roto ukuran sedang, secara berselang – seling.

 

Rambut bagian depan, digulung dengan roto ukuran besar sebanyak kurang lebih lima buah, lalu ditempatkan sebuah roto ukuran sedang. Setelah itu dikosongkan sebuah; dan dilanjutkan lagi dengan menempatkan sebuah roto ukuran sedang. Di bagian yang dikosongkan tadi, kini ditempatkan roto ukuran besar; sehingga posisi roto ukuran besar tersebut akan berada di antara dua buah roto berukuran sedang Penempatan roto Berbagai ukuran secara berselang-seling ini terus dilanjutkan. Di bagian rambut yang digulung paling akhir, yaitu di bagian tengkuk, harus ditempatkan roto ukuran sedang, tujuannya agar dapat menahan ombak – ombak besar yang terjadi karena penggunaan roto yang besar. Oleh karena itu, bukan hanya ikal rambut dan ombak yang terbentuk berukuran besar, melainkan juga volume keriting nya akan menjadi besar sesuai yang diinginkan.

 

Proses pemberian larutan pengeriting diaplikasikan sebanyak dua kali yaitu :

 

  • Sebelum rambut digulung dengan roto diberikan larutan dengan pH rendah.
  • Setelah penggulungan selesai, baru digunakan larutan dengan pH normal.

Tehnik selang – seling ini direkomendasikan bagi rambut panjang dengan dasar guntingan bersusun.

 

 

  1. Pengeritingan penggulungan vertikal (vertical perming)

 

Tujuan dari ini adalah untuk mendapatkan bentuk keriting dengan ombak besar yang jatuh secara alami, bagi rambut berukuran panjang.

 

Pembuatannya dilakukan dengan terlebih dahulu menarik garis vertikal di tengah kepala yang membagi kepala menjadi dua sisi, sisi kanan dan sisi kiri.

 

Di sisi kanan dibuat tiga buah garis horisontal yang ujung – ujungnya akan membagi garis vertikal tadi menjadi tiga bagian yang sama. Di bagian sisi kiri garis vertikal, juga dibuat tiga buah garis horisontal yang sama. Dengan demikian ke enam buah garis horisontal tersebut akan bertemu dan bersambung di tiga buah titik yang berada disepanjang garis vertikal di tengah kepala tadi. Penggulungan rambut dilakukan dengan penempatan roto secara tegak lurus sepanjang garis-garis horisontal tadi menuju kepala titik – titik yang berada di sepanjang garis vertikal.

 

Dengan penempatan roto secara demikian, disertai teknik penggulungan rambut secara tegak, ombak – ombak vertikal yang terjadi akan member kesan yang sangat alamiah dan wajar. Pemberian larutan pengeriting juga dilakukan dua kali. Langkah pertama sebelum proses rambut digulung dengan roto, aplikasikanlah larutan pengeriting dengan pH rendah. Setelah proses penggulungannya selesai, baru dilanjutkan dengan memberi larutan pengeriting dengan pH normal.

 

 

  1. Tehnik pengeritingan zig – zag / zig – zag perming

 

Didalam teknik pengeritingan ini tehnik khusus diciptakan untuk mengeriting rambut pendek. Karena dalam pengeritingan rambut pendek biasanya akan menimbulkan adanya bekas – bekas garis pengeritingan yang seringkali sulit untuk dihilangkan. Dengan menggunakan teknik ini, bekas – bekas tersebut dapat kita hindari.

 

Teknik ini membentuk garis – garis sectioning dan blocking berbentuk zig – zag dan tidak berbentuk lurus seperti dalam pengeritingan dasar. Garis – garis berbentuk zig – zag dapat dilakukan  dengan bantuan ujung ekor sisir dengan gerak tangan layaknya seperti menjahit sesuatu dengan menggunakan tangan.

 

Penggulungan rambut dengan roto dapat dilakukan dengan cara biasa. Demikian pula ukuran toto yang dipergunakan tentu harus disesuaikan dengan basar ombak atau ikal rambut yang dikehendaki.

 

Pemberian larutan pengeriting dilakukan dua kali. Dimana sesaat sebelum rambut di gulung dengan roto, digunakan larutan pengeriting dengan pH rendah. Setelah penggulungannya selesai, barulah digunakan larutan yang ber pH normal. Tehnik Pengeritingan model ini banyak digunakan untuk mengeriting rambut pria yang mana pada umumnya ombak atau ikal di rambutnya itu adalah hasil suatu pengeritingan dapat telihat samar.

 

 

  1. Pengeritingan Berganda (double perming)

 

Tujuan dari teknik pengeritingan ini adalah untuk menciptakan ombak dan ikal rambut yang besarnya sama, pada pengeritingan rambut panjang atau panjang sekali.

 

Pembagian atau parting rambut dilakukan seperti dalam praktek keriting dasar, yaitu menjadi sembilan bagian. Pemilihan roto disesuaikan dengan besar ikal atau ombak yang akan dibuat. Bermula dari tengah tengkukdilanjutkan ke penggulungan pangkal rambut, hingga setengah panjang rambut dilakukan tanpa menggunakan kertas pengeriting. Selanjutnya sisa rambut yang ada digulung menggunakan kertas pengeriting sampai menempel di roto yang sudah dikenakan sebelumnya. Ukuran roto pertama dan roto kedua adalah sama besar. Penggulungan selanjutnya dilakukan dengan urutan seperti pengeritingan dasar.

 

Jika hanya menggunakan teknik pengeritingan dasar bagi rambut panjang atau rambut sangat panjang, maka ikal dan ombak yang terjadi tidak akan merata. Ujung rambut akan nampak sangat keriting; sedangkan bagian pangkal akan nampak terlalu lurus.

 

Pemberian larutan pengeriting dilakukan satu kali. Rambut dalam keadaan basah digulung dengan roto. Setelah proses penggulungan selesai barulah diberi larutan pengeriting dengan pH normal.

 

Teknik pengeritingan untuk mencapai bentuk ikal atau ombak yang sepanjang rambut panjang ini, sebenarnya telah dikenal pada sekitar tahu 1950, Namun pada waktu itu, dilakukan dua tahap pengolahan. Rambut dikeriting setengah dahulu; setelah itu baru dikeriting lagi sisanya Cara demikian itu tentu saja memakan banyak waktu.

 

 

  1. Pengeritingan batu bata (brick perming)

 

Pengeritingan batu bata digunakan untuk membentuk ikal rambut yang nampak seperti ikal asli, tanpa meninggalkan bekas-bekas garis vertikal,. Banyak digunakan untuk mengeriting rambut pria.

 

Penggulungan rambut dapat kita lakukan pertama pada; bagian tengah dahi dengan menggunakan roto yang paling besar ukuruannya. Begitupun dengan penggulungan rambut di samping kiri dan kanan juga menggunakan roto ukuran yang paling besar. Hanya di bagian kening dan pelipis saja  roto ukuran sedang digunakan. Sedangkan untuk roto yang yang ukurannya lebih kecil pengunaannya dapat disesuaikan dengan sifat rambut di bagian tersebut yang biasanya paling cepat untuk lurus kembali.

 

di deretan kedua pengunaan roto ukuran yang paling besar di kenakan dalam arah yang sama, yaitu dari arah telinga menuju ke telinga, hanya penempatan roto nya digeser sedikit, sehingga membentuk susunan selang – seling seperti pada penempatan batu – bata. Satu deret roto terakhir di bagian tengkuk, harus menggunakan roto ukuran sedang. Karena cara penempatan roto dalam keriting ini sesuai dengan penempatan batu – bata di dinding tembok, maka teknik pengeritingan ini dinamakan pengeritingan batu-bata.

 

Pemberian larutan pengeriting juga dilakukan dalam dua tahap. Sebelum penggulungan dilakukan rambut harus di dibasahi dahulu dengan larutan pengeriting ber pH rendah. Setelah selesai barulah digunakan larutan dengan pH normal.

 

 

  1. Pengeritingan Batang (stick perming)

 

Teknik ini menggunakan batang – batang plastik pipih sebagai alatnya, dengan tujuan agar volume rambut yang mengambang disekeliling garis disain dapat dibentuk. Selain itu bisa juga digunakan untuk mendapatkan rupa keriting yang mengembang namun tetap bisa mempertahankan pola geometris pada guntingan rambutnya.

 

Parting rambut dibuat menjadi lima bagian, tiga bagian di belakang dan dua bagian di depan. Garis-garis pembagian harus mengarah vertikal dan hasil pembagian simeteris.

 

Penggulungan dimulai dari bagian sebelah bawah tengkuk dan seterusnya menuju arah ke atas. Roto yang berada di paling bawah digulung menempel di kulit selanjutnya diberi sedikit sela antara, lalu kemudian disisipi batang plastik pipih tersebut di atas sehingga membentuk suatu sudut yang dikehendaki. Sedangkan untuk penempatan roto dan batang yaitu, makin ke atas semakin menjauhi kulit kepala.

Pengaplikasian larutan pengeriting dilakukan dalam dua tahap, seperti pada pengeritingan disain lainnya.

 

 

  1. Pengeriting dekat tengkuk ( close fitting nape perming)

 

Untuk membentuk ikal yang wajar, khususnya dalam mengeriting rambut pendek, seringkali dijumpai kesulitan dalam menangani rambut pendek yang berada di daerah tengkuk. Karena pendeknya rambut, penggulungan rambut di daerah ini dengan roto sering kali tidak mungkin dilakukan. Ataupun jika dimungkinkan, hasil keriting tidak dapat menempel di kulit tengkuk, sehingga mengurangi kesan kewajaran ikal. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, diciptakan teknik keriting disain ini.

 

Pembagian (parting) dan penggulungan rambut dilakukan sama hal nya seperti pengeritingan dasar. Kecuali penggulungan di daerah sebelah tengkuk dan kedua sisi samping kiri dan kanan, dibuat ikal seperti membuat pincurl.

 

Pemberian larutan pengeriting dilakukan dalam satu tahap, yaitu dengan menggunakan larutan ber pH normal. Teknik pengeritingan-lekat tengkukini sesuai sekali untuk mengeriting rambut sangat pendek, misalnya pada guntingan pria.

 

 

Sautu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa sebagian besar pelaksanaan keriting disain memerlukan pemakaian larutan pengeriting dua kali. Yang pertama dengan larutan ber pH lebih rendah kemudian setelah selesai penggulungan dikenakan larutan ber pH normal.

 

Larutan pengeriting dengan nilai pH lebih rendah, dapat dibuat dengan mencampur obat keriting yang pH nya normal dengan air suling dalam perbandingan 50/50, campuran seperti itu sebaiknya hanya dibuat jika obat keriting dengan pH rendah tidak tersedia.

Tujuan pemberian larutan ber pH rendah adalah agar imbrikasi rambut dapat dibuka dan rambut dibuat menjadi lebih lunak, sementara penggulungan rambut dengan roto sedang dilakukan. Dengan demikian waktu olehnya dapat dipersingkat.

 

 

Berbagai teknik pembuatan keriting disain seperti diterangkan di atas memang tercipta sehubungan dengan adanya tuntutan perkembangan mode dewasa ini. Memang teknik-teknik keriting disain seperti itu akan senantiasa berguna dalam menciptakan Berbagai macam variasi keriting disain, baik untuk mode yang berlaku sekarang maupun untuk mode-mode tata rambut yang akan datang. Karena itu teknik-teknik tersebut perlu diketahui dan dikuasai.

Demikianlah informasi tentang pengenalan keriting disain beserta tehnik pelaksanaannya. Semoga informasi yang telah kami sampaikan bermanfaat sepenuhnya bagi anda yang sedang belajar tata kecantikan rambut dasar ataupun terampil.

 

 

 

 

 

 

Penulis :           M. Alamsyah

Sumber :           –          Teori Tata Kecantikan Rambut Dasar,  Diknas 2011

  • Pengetahuan dan Seni Tata Kecantikan Rambut untuk Tingkat Mahir, kelompok penulis Buku Direktorat Pendidikan Masyarakat Ditjen PLSPO Dep. P dan K, Penerbit :Yayasan Insani Andragogi Indonesia ( INSANI ), Jakarta 1994